Integrasi Ilmu, Politik dan Spiritual: Modalitas Membangun Indonesia Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur

Date:

Oleh : Ikin Abdurrahman/Direktur Majelis Dzikir Yayasan Merah Putih

Bisnisnews.net || Membangun masyarakat yang baik dan sejahtera merupakan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Yaitu Negeri yang gemah Ripah loh jinawi atau dalam Konsep Al Qur’an disebut dengan “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur” sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Saba ayat 15 :

{ كُلُوا۟ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَٱشۡكُرُوا۟ لَهُۥۚ بَلۡدَةࣱ طَیِّبَةࣱ وَرَبٌّ غَفُورࣱ }

“Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (Saba : 15)

Ayat ini menggambarkan masyarakat yang baik, penuh dengan keberkahan, dan di bawah lindungan Allah Yang Maha Pengampun. Dalam membangun Indonesia sebagai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur, diperlukan sinergitas integrasi antara ilmu, politik, dan spiritual.

Ilmu sebagai Landasan

Ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang baik. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 11 :

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Mujadilah : 11)

Dalam ayat ini, Allah SWT menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dalam meningkatkan derajat manusia. Dengan ilmu, kita dapat meningkatkan kualitas hidup, memecahkan masalah, dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Politik sebagai Penggerak

Politik memiliki peran penting dalam membentuk kebijakan dan keputusan yang mempengaruhi masyarakat. Rasulullah SAW bersabda :

“الإمام رجل يسمع له ويطاع” (رواه احمد و مسلم)
Artinya : “Pemimpin adalah orang yang didengar dan ditaati.” (HR. Ahmad dan Al-Muslim)

Dalam hadits ini, Rasulullah SAW menekankan pentingnya kepemimpinan yang baik dalam membentuk masyarakat yang baik. Politik yang baik dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Spiritual sebagai Pendorong

Spiritualitas memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai dan moralitas masyarakat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 177 :

“Bukanlah kebajikan itu kamu menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah : 177)

Dalam ayat ini, Allah SWT menekankan pentingnya nilai-nilai spiritual seperti iman, sabar, dan kasih sayang dalam membentuk masyarakat yang baik.

Membangun Indonesia sebagai Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur

Membangun Indonesia sebagai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur memerlukan sinergitas integrasi antara ilmu, politik, dan spiritual.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan :
1. Meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian sains dan teknologi sehingga menghasilkan berbagai ilmu pengetahuan di segala bidang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
2. Menciptakan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan meningkatkan transparansi untuk mengurangi korupsi.
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai spiritual seperti iman, Islam, sabar, persatuan dan kasih sayang. Maka peran ulama, kiayi, majlis taklim, majlis dzikir sangat penting dalam pembentukan spiritualitas ini
4. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan sinergitas antara ilmu, politik, dan spiritual, sebagai sebuah konsep yang integral dalam semua aspek kehidupan, kita dapat membangun Indonesia sebagai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur, terciptanya sebuah tatanan yang ideal yaitu adanya pemimpin adil yang mengayomi, dan masyarakat yang baik, negeri penuh dengan keberkahan, dan di bawah lindungan Allah Yang Maha Pengampun.

Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailani, menegaskan bahwa Tiga hal ini yaitu : ilmu, politik, dan spiritual merupakan modalitas pokok bagi setiap pemimpin umat (masyarakat) dan ketiganya merupakan inti dari segala inti

ولا ينبغي لفقير ان يتصدى ويتصدر الارشاد الناس الا أن اعطاه الله علم العلماء وسياسة الملوك وحكمة الحكماء

Artinya:
“Tidak pantas bagi seorang fakir (yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan) untuk mengambil posisi sebagai pembimbing dan memberikan bimbingan kepada orang lain, kecuali jika Allah telah memberinya ilmu para ulama, politik para penguasa, dan spiritual/hikmah para bijak.” (Jawahirul ma’ani hal 14).***

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Resah Ormas Anti-Kebinekaan, Warga Bandung Pasang Spanduk Tolak Intoleransi

Bisnisnews.net || Bertebaran spanduk penolakan warga terhadap organisasi intoleran...

CFD HUT ke-112 Kota Sukabumi Ramai, Warga Padati Jalan Ahmad Yani Sejak Pagi

Bisnisnews.net || Suasana Car Free Day (CFD) dalam rangka...

Dari Dapur Kecil di Sukabumi, Christian Menjaga Rasa Lewat Bacang Berbalut Daun Hanjuang

Bisnisnews.net || Aroma khas langsung menyapa begitu memasuki sudut...

Semarak HUT ke-17 PAUD SPS BKB-SC Mochammad Toha, Tampilkan Kreativitas Anak dan Perkuat Sinergi 

Bisnisnews.net || Suasana penuh keceriaan dan semangat kebersamaan mewarnai...