Bisnisnews.net || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Selasa (11/11/2025) sore mengakibatkan tebing di Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, longsor pada Rabu (12/11/2025) pagi. Longsoran tanah tersebut membuat rumah milik Buhori (76), warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, nyaris ambruk ke sungai.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisaat, Imam Ismail Wahyudi, mengungkapkan kejadian terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Tanah di bawah rumah Buhori terkikis derasnya arus sungai hingga menyebabkan pondasi bangunan menggantung.
“Posisi rumah sekarang sudah sangat berbahaya karena jaraknya dengan tebing yang longsor tinggal kurang dari satu meter. Retakan juga mulai muncul di beberapa bagian bangunan,” ujar Imam, Kamis (13/11/2025).
Rumah berukuran sekitar 4×8 meter itu kini berdiri di atas tanah yang sebagian besar sudah ambles. Menurut warga sekitar, hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hingga malam sebelumnya membuat tanah di sekitar sungai labil. Saat kejadian, Buhori tengah menunaikan salat Asar.
“Beliau merasa lantai rumahnya bergetar, lalu melihat tanah di samping rumahnya sudah hilang terseret longsor,” tutur Imam.
Tebing yang longsor memiliki ketinggian sekitar delapan meter dan panjang tiga meter. Bagian dasar tebing telah lama terkikis air sungai, membuat lapisan tanah di atasnya tidak stabil. Jika hujan deras kembali mengguyur, kemungkinan besar akan terjadi longsor susulan.
Tim gabungan dari P2BK Cisaat, perangkat Desa Nagrak, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, dan Satpol PP langsung meninjau lokasi begitu menerima laporan.
“Tim sudah melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan pihak desa serta kecamatan untuk menentukan langkah penanganan. Saat ini prioritas kami adalah mencegah longsor lanjutan,” jelas Imam.
Selain rumah Buhori, jembatan kecil di dekat lokasi juga ikut terdampak karena tanah penopangnya terkikis. Pemerintah desa kini tengah menyiapkan laporan resmi dan pengajuan bantuan ke tingkat kabupaten agar segera dilakukan perbaikan tebing.
“Langkah darurat yang dibutuhkan saat ini adalah memperkuat tebing dan membuat pengaman di tepi sungai,” tambahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman.***(RAF)
Editor : M. Nabil