Pemkab Sukabumi Evaluasi Program MBG, Satu Dapur SPPG di Palabuhanratu Ditutup Sementara

Date:

Bisnisnews.net || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kasus keracunan makanan di wilayah Palabuhanratu. Sebagai langkah awal, satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kecamatan tersebut dinonaktifkan sementara waktu.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengatakan, penutupan sementara dilakukan untuk memastikan seluruh dapur penyedia menu MBG benar-benar memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“SPPG yang di Palabuhanratu sementara kita hentikan dulu. Mereka harus melengkapi beberapa syarat sebelum bisa kembali beroperasi,” ujar Asjap, Sabtu (4/10/2025).

Menurutnya, salah satu syarat utama yang wajib dipenuhi adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dokumen ini menjadi jaminan bahwa proses pengolahan makanan di dapur SPPG telah sesuai dengan standar kesehatan.

“SLHS ini penting karena menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak. Kami ingin prosesnya bisa diselesaikan secepat mungkin agar kegiatan kembali normal,” tambahnya.

Asjap menjelaskan, kebijakan penutupan dapur merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah daerah, kata dia, berperan mendukung dan memastikan evaluasi berjalan dengan baik.

“Kebijakan ini datang dari pusat. Tugas kami di daerah adalah memastikan setiap SPPG mengikuti aturan dan memenuhi semua standar yang diminta,” paparnya.

Kasus keracunan MBG di Palabuhanratu sendiri terjadi pada Rabu (24/9/2025), menimpa 32 siswa SMK Doa Bangsa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu makan siang program MBG. Tujuh di antaranya sempat dirawat di RSUD Palabuhanratu.

Secara nasional, BGN telah menonaktifkan 56 dapur SPPG di berbagai daerah sebagai bentuk evaluasi dan perbaikan sistem pengawasan. Langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh dapur yang terlibat dalam program MBG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.

“Prinsipnya, kami tidak ingin program yang baik justru menimbulkan masalah. Program MBG akan terus kita kawal agar aman, sehat, dan tepat sasaran,” tegas Bupati.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Milangkala Kabupaten Sukabumi Nu Ka 156, Sukabumi Mubarakah, Memacu Agro Industri Memajukan Pariwisata

Milangkala Kabupaten Sukabumi Nu Ka 156, Sukabumi Mubarakah, Memacu...

DP3A Kabupaten Sukabumi Ajak Orang Tua Pahami Cara Tepat Menangani Anak Tantrum

Bisnisnews.net — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)...

Puluhan Tahun Bertahan, Basreng Mang Endus Tetap Eksis di Tengah Persaingan

Bisnisnews.net— Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner lokal...

“Anak Sukabumi” Prof. Reny Sukmawani Pecahkan Rekor, Jadi Guru Besar Pertama Homebase UMMI

Bisnisnews.net – Ada sejarah baru di dunia pendidikan tinggi...