Bisnisnews.net || Kreativitas warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, patut diacungi jempol. Dari semangat gotong royong dan kecintaan terhadap kampung halaman, mereka berhasil menyulap jalan desa biasa menjadi destinasi baru yang memancarkan keindahan khas Sunda.
Kini, siapa pun yang melintas di Jalan Ciaul Pasir — tepat di depan Kantor Desa Sukajaya — akan disambut oleh deretan bambu yang tersusun apik di kedua sisi jalan. Lampu-lampu gantung menambah kesan hangat di malam hari, sementara anyaman bambu di beberapa sudut menghadirkan nuansa etnik yang kuat.
Kepala Desa Sukajaya, Deden Gunaefi, menjelaskan bahwa gagasan mempercantik lingkungan ini lahir dari diskusi ringan antarwarga. Mereka terinspirasi dari konsep Lembur Pakuan di Subang, kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang sempat viral karena memadukan nilai tradisi dengan keindahan visual.
“Awalnya kami hanya ingin membuat pagar bambu agar lebih rapi, tapi akhirnya berkembang jadi konsep penataan jalan. Kebetulan desa kami punya potensi bambu yang melimpah,” ungkap Deden, Sabtu (4/10/2025).
Menurut Deden, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara swadaya. Warga menyumbang bahan bambu, karang taruna membantu pemasangan, hingga pengusaha lokal ikut memberikan lampu hias. “Inilah bentuk nyata dari gotong royong. Semua bergerak tanpa menunggu bantuan pemerintah,” ujarnya bangga.
Selain mempercantik wajah desa, upaya ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejak hiasan bambu terpasang, banyak warga dari luar desa yang datang untuk berfoto dan menikmati suasana pedesaan.
“Sekarang setiap akhir pekan ramai pengunjung. Ada yang jogging, ada juga yang datang khusus untuk konten media sosial. Warga jadi bisa jualan makanan kecil, seperti cilok dan gorengan. Lumayan menambah penghasilan,” tutur Deden.
Pihak desa kini tengah menyiapkan sejumlah fasilitas baru, seperti bale-bale bambu, taman mini, kebun sayur, serta gerai BUMDes. Dalam waktu dekat, akan dibangun pula coffee shop bernuansa tradisional yang menyajikan makanan kukusan dan nasi liwet khas Sunda.
“Kami ingin konsepnya kembali ke akar budaya. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil masak sendiri menggunakan kayu bakar. Rasanya pasti berbeda,” katanya.
Transformasi Desa Sukajaya ini bahkan menarik perhatian content creator dari luar daerah. Beberapa di antaranya datang dari Banten dan Cianjur untuk mengabadikan keindahan bambu yang kini menjadi ikon baru Sukabumi.
Deden berharap inisiatif warga ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sukabumi untuk mengembangkan potensi lokal.
“Desa tidak harus menunggu anggaran besar. Kalau warganya kompak, potensi sekecil apa pun bisa jadi kebanggaan,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil