Bisnisnews.net || Kepala ATR/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantah Kabupaten Sukabumi menerima penyampaian aspirasi dari mahasiswa dan petani terkait persoalan pertanahan, pada momen peringatan Hari Tani Nasional tahun 2025.
Penerimaan aspirasi tersebut ketika berlangsung aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Agraria Sukabumi. Dimana, aksi tersebut berlangsung kondusif dan menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan pemerintah, yang berlangsung di depan Gedung BPN Jalur Lingkar Selatan, Rabu 24/09/2025.
Kepala BPN Sukabumi, Wendi Isnawan, menyampaikan apresiasi kepada para peserta aksi yang menyampaikan aspirasi dengan tertib.
“Alhamdulillah penyampaian aspirasinya berjalan kondusif. Saya berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa dan petani, mari kita sama-sama menjaga kondusifitas,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa semua masukan akan ditampung dan dibahas lebih lanjut bersama Bupati Sukabumi yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).
Bahkan, ia berencana akan datang ke acara pada 29 September 2025 mendatang, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Tani Nasional tingkat Kabupaten Sukabumi.

“Nanti kita bisa turun langsung ke lapangan bersama Bupati. Kita lihat kondisi fisiknya, sekaligus mendengar langsung dari masyarakat,” jelasnya.
Terkait dugaan adanya pengusaha yang mengambil alih hak guna usaha (HGU) secara tidak sesuai aturan, Wendy menyebut bahwa semua perizinan memiliki mekanisme yang jelas serta melibatkan berbagai pihak.
“Izin-izin itu ada prosedurnya dan melibatkan semua stakeholder. Apalagi HGU, kewenangannya ada di Kementerian karena luas arealnya besar,” tegasnya.
Ia juga memastikan pihaknya akan bersikap tegas bila ada oknum pegawai BPN yang terbukti melakukan pelanggaran. “Kita harus jaga integritas. Bila ada yang bermain, tentu akan ditindak sesuai aturan,” ujarnya.
Wendy menambahkan, dirinya baru satu bulan menjabat di BPN Sukabumi, sehingga masih perlu waktu untuk mendalami permasalahan yang berkembang. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan semua pihak dalam penyelesaian isu pertanahan di Kabupaten Sukabumi.***
Foto : Intan
Editor : M. Nabil
(IFU)