Bisnisnews.net || Ketua Umum Persatuan Pergerakan Jaringan Nasional Aktivis 1998 (PPJNA 98) Anto Kusumayuda menyatakan apresiasi mendalam atas langkah Presiden Prabowo Subianto yang menggelar pertemuan dengan para tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam ini menjadi ajang penting bagi pemerintah dan tokoh lintas agama, akademisi, serta aktivis untuk bertukar pandangan mengenai kondisi kebangsaan terkini.
Gerakan Nurani Bangsa dikenal sebagai kelompok yang terdiri dari figur-figur berpengaruh dalam masyarakat sipil dan keagamaan. Hadir dalam pertemuan tersebut Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Romo Franz Magnis Suseno, Lukman Hakim Saifuddin, Pdt. Gomar Gultom, Erry Riyana Hardjapamekas, Komaruddin Hidayat, Ery Seda, Alissa Wahid, Laode M. Syarif, dan Beka Ulung Hapsara.
Kehadiran tokoh-tokoh ini merepresentasikan spektrum luas pemikiran bangsa. Dari kalangan ulama, akademisi, aktivis antikorupsi, hingga pemimpin lintas iman, pertemuan ini menegaskan bahwa dialog kebangsaan tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan banyak elemen.
Menurut keterangan resmi, para tokoh GNB menyoroti berbagai persoalan penting, mulai dari penegakan hukum, pemberantasan korupsi, hingga perlindungan hak-hak sipil. Mereka juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait perlunya komitmen kuat pemerintah dalam menjaga supremasi sipil dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Presiden Prabowo merespons dengan menegaskan kesiapannya menindaklanjuti masukan tersebut. Ia menilai pertemuan seperti ini penting untuk menyerap aspirasi langsung dari tokoh bangsa yang mewakili nurani publik.
“Saya berterima kasih atas masukan dan kritik yang disampaikan. Pemerintah butuh dialog semacam ini agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi.
Pemberantasan korupsi menjadi sorotan khusus. Beberapa tokoh seperti Erry Riyana Hardjapamekas dan Laode M. Syarif, yang dikenal aktif dalam gerakan antikorupsi, menekankan perlunya langkah konkret memperkuat KPK serta menutup celah hukum yang melemahkan upaya pemberantasan korupsi.
Presiden menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan lembaga antikorupsi dan menyebut akan mengkaji pembentukan mekanisme baru yang lebih efektif dalam menindak pelaku korupsi di semua level pemerintahan.
Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda menilai pertemuan ini sebagai sinyal positif bahwa pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat sipil.
“Presiden menunjukkan keseriusan untuk mendengar suara rakyat yang diwakili para tokoh moral bangsa. Ini adalah bentuk komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih dan menghormati prinsip demokrasi,” kata Anto kepada Redaksi, Jumat (12/9/2025).
Ia berharap hasil dialog tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata. “Kami menunggu langkah lanjutan, terutama dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, agar publik merasakan dampak nyata dari pertemuan ini,” tegasnya.
Anto menilai, pertemuan Prabowo dengan Gerakan Nurani Bangsa memiliki makna strategis. Di tengah dinamika sosial-politik dan meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi pemerintahan, dialog ini menjadi momentum penting untuk merajut kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan menggandeng tokoh-tokoh lintas agama dan aktivis antikorupsi, pemerintah dinilai berupaya membangun jembatan komunikasi yang dapat meredam ketegangan sekaligus mendorong lahirnya kebijakan berbasis aspirasi publik.
Masyarakat kini menantikan implementasi konkret dari komitmen yang disampaikan Presiden. Pembentukan tim independen, penguatan lembaga penegak hukum, hingga kebijakan yang mendukung transparansi dan akuntabilitas menjadi fokus perhatian.
“Pertemuan ini harus menjadi awal, bukan akhir. Kami berharap pemerintah menindaklanjuti masukan para tokoh bangsa dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak,” ujar Anto Kusumayuda menutup pernyataannya.***
Foto : Istimewa
Editor : M. Nabil
(Aab)