Bisnisnews.net || Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak hingga Sukabumi Timur diproyeksikan menjadi pengubah peta konektivitas wilayah. Jika rampung, jalur ini tak hanya memangkas waktu tempuh Jakarta–Sukabumi, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata dan distribusi barang.
Pemerintah pusat menetapkan proyek ini sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satu kunci percepatannya terletak pada pembebasan lahan, yang kini tengah digarap oleh Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan data, dari 2.424 bidang tanah yang terdampak, 1.990 di antaranya atau 94,72 persen sudah menerima uang ganti rugi.
“Semakin cepat pembebasan lahan tuntas, semakin cepat pula masyarakat merasakan manfaat tol ini. Target kami jelas: semua rampung sebelum akhir 2025,” ujar Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantah Kabupaten Sukabumi, Mulyo Santoso, Minggu (10/8/2025).
Meski progres sudah tinggi, masih ada tantangan teknis seperti legalitas kepemilikan lahan (alas hak) dan penetapan batas bidang yang belum seragam. BPN pun mengedepankan pendekatan persuasif, melibatkan pemerintah desa, dan membuka ruang dialog dengan warga untuk menyelesaikan perbedaan klaim.
Tol Bocimi Seksi 3 diharapkan menjadi “urat nadi” baru bagi arus logistik dan mobilitas wisatawan. Peningkatan akses ke destinasi unggulan seperti Geopark Ciletuh, Pantai Ujung Genteng, dan kawasan agro wisata akan memberikan efek domino pada sektor perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro lokal.
“Kalau semua pihak mau bersinergi, bukan tidak mungkin target bisa tercapai lebih cepat dari rencana. Dampaknya akan langsung terasa di kantong masyarakat,” tegas Mulyo.***(RAF)
Editor : M. Nabil