Dari Kebun Pala ke Panggung Dunia: Batik Kakak Bawa Warna Sukabumi ke Jepang

Date:

Bisnisnews.net || Siapa sangka, buah pala yang selama ini tumbuh di kebun-kebun warga Sukabumi bisa menjelma menjadi karya batik yang tampil di ajang bergengsi World Expo 2025 di Osaka, Jepang. Inilah kisah Batik Kakak, brand lokal Sukabumi yang sukses membawa identitas daerah ke panggung global lewat jalur ekonomi kreatif.

Fitri Apriyanti dan suaminya, Moch Faisal Nasrullah, merupakan kreator di balik Batik Kakak. Berangkat dari kecintaan terhadap budaya dan potensi lokal, mereka menjadikan pala—komoditas khas Sukabumi—sebagai sumber inspirasi utama dalam desain batik mereka.

“Banyak yang belum tahu, Sukabumi itu punya potensi rempah, salah satunya pala. Dari situ kami berpikir, kenapa tidak diangkat jadi identitas visual dalam batik?” ungkap Fitri, Minggu (3/8/2025).

Motif pala yang mereka ciptakan tidak sekadar menampilkan bentuk buah, tetapi juga menggabungkan elemen daun dan biji dengan sentuhan desain modern yang disesuaikan selera pasar internasional. Proses kreatif dimulai dari sketsa manual, lalu dikembangkan melalui aplikasi jBatik, hingga akhirnya dicetak dan diproses oleh para pengrajin lokal.

“Setelah jadi desain digital, kami kirim ke pengrajin pembuat canting tembaga. Dari sana masuk ke tahap produksi kain, yang kami olah lagi menjadi produk kreatif,” jelas Fitri.

Untuk World Expo 2025, Batik Kakak mengusung tiga produk unggulan berbasis motif pala: storage box, wall hanging, dan dekorasi rumah. Pemilihan bentuk produk ini bukan tanpa alasan—mereka membaca kecenderungan pasar Jepang yang lebih tertarik pada produk fungsional dengan nuansa budaya.

“Kami tidak hanya menjual kain, tapi pengalaman budaya. Lewat batik yang dikemas dalam bentuk dekorasi dan suvenir, kami ingin memperkenalkan Sukabumi dengan cara yang lebih bisa diterima pasar global,” katanya.

Desain Batik Kakak dikenal simpel dan bermain dengan warna-warna pastel, sehingga dapat menjangkau selera generasi muda. Tak heran, produk turunan seperti hampers dan gift set bernuansa batik juga ikut diminati.

Terpilihnya Batik Kakak dalam Paviliun Indonesia yang dikurasi oleh Batik Fractal menunjukkan bagaimana nilai budaya lokal bisa diangkat ke level internasional lewat pendekatan kreatif dan inovatif.

“Ini bukan cuma soal batik, tapi bagaimana Sukabumi bisa punya tempat dalam percakapan global soal budaya, desain, dan identitas,” tegas Fitri.

Batik Kakak membuktikan bahwa akar tradisi bisa tumbuh menjadi gerakan kreatif yang mendunia. Dan semua itu, dimulai dari satu buah pala.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemkot Sukabumi Jadikan SKM Online sebagai Dasar Evaluasi Pelayanan Publik

Bisnisnews.net– Pemerintah Kota Sukabumi mulai memperkuat evaluasi pelayanan publik...

KPK Serahkan Hibah Aset Rp1,94 Miliar ke Pemkab Sukabumi, Deputi: Harus Dimanfaatkan untuk Kepentingan Masyarakat

Bisnisnews.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menyerahkan hibah...

Ratusan Siswa dan Guru di Sukabumi Keluhkan Mual hingga Diare, Diduga Usai Santap MBG

Bisnisnews.net - Sebanyak 151 siswa dan guru SMKN 1...

Dukung Kendaraan Besar, PU Cicurug Cor Bahu Beton Jalan Parungkuda-Bojongpari Rp341 Juta

Bisnisnews.net - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi terus...