Bisnisnews.net || Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding menyatakan komitmennya untuk meningkatkan keterampilan para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) agar bisa menembus pasar kerja internasional dengan standar tinggi, termasuk kawasan Eropa.
Hal itu disampaikan saat Menteri Karding menghadiri Congress of Indonesian Diaspora (CID) ke-8 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (1/8/2025).
“Kita harus seperti Filipina. Mereka ke Hong Kong, ke Taiwan, tapi target akhirnya adalah Eropa. Maka kita juga harus siapkan sistem pelatihan yang memungkinkan pekerja kita skill-up,” kata Karding dalam sambutannya.
Untuk mendukung hal itu, KemenP2MI menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi, termasuk Universitas Terbuka, agar pekerja migran bisa tetap menempuh pendidikan secara daring sambil bekerja.
“Saya sedang menjaring kampus-kampus yang bisa kuliah online agar mereka bisa kuliah sambil kerja dan naik kelas,” ujar Karding.
Ia juga mengajak organisasi Diaspora Indonesia di berbagai negara untuk turut membantu calon pekerja migran dalam hal peningkatan keterampilan.
“Kalau mau lebih keren lagi, teman-teman Diaspora bantu fasilitasi skill-up mereka,” ujarnya.
Karding juga menyoroti masih adanya praktik ilegal jual beli sertifikat pelatihan di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa KemenP2MI akan membongkar dan memberantas praktik tersebut.
“Masih ada yang beli sertifikat, padahal tidak pernah ikut pelatihan. Begitu sampai negara tujuan, tak siap kerja karena tak punya skill. Ini sedang kami benahi, dan harus cepat,” tuturnya.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(IFU)