Bisnisnews.net || Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyambut kedatangan jemaah haji kloter 18 asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang tiba pada Jumat (20/6/2025) sore. Sekitar pukul 16.07 WIB, rombongan yang terdiri dari 442 jemaah bersama para pembimbingnya tiba di Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai), Kecamatan Cikembar.
Tangis bahagia pecah saat para jemaah mulai turun satu per satu dari bus yang mengantarkan mereka pulang. Kerabat dan keluarga yang sudah menanti sejak siang tak kuasa menahan air mata ketika menyambut orang tercinta yang baru saja menunaikan ibadah haji.
Dedeh (50), warga Kecamatan Sukabumi, mengaku sangat terharu saat akhirnya dapat bertemu kembali dengan kakaknya yang baru pulang dari Tanah Suci. Ia menyampaikan rasa syukur karena sang kakak tiba dalam keadaan sehat, meskipun sempat mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan ibadah haji di tengah cuaca ekstrem.
“Alhamdulillah bisa pulang dengan selamat. Saya sempat khawatir karena cuaca di sana sangat panas, dan kakak saya juga sempat sakit. Tapi sekarang sudah sehat dan sampai rumah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di lokasi.
Setelah prosesi penyambutan, para jemaah langsung kembali ke kediaman masing-masing bersama keluarga yang menjemput.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah berjalan lancar tanpa hambatan. Bahkan, kedatangan jemaah di Pusbangdai berlangsung lebih cepat satu jam dari jadwal yang telah ditentukan.
“Alhamdulillah, semua berjalan baik. Kami dari panitia kabupaten menjemput langsung ke embarkasi dan mendampingi rombongan sampai ke Cikembar. Syukurnya, kedatangan mereka lebih awal dari perkiraan,” jelas Manan.
Ia juga mengimbau agar para jemaah yang baru tiba dari Arab Saudi dapat rutin memeriksakan kondisi kesehatannya, mengingat perbedaan iklim dan suhu antara kedua negara yang cukup signifikan.
“Kami minta jemaah yang baru pulang untuk menjaga kesehatannya. Silakan memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat sebagai langkah antisipasi,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil