Bisnisnews.net || Tak hanya menjadi penerima layanan, para lanjut usia di Kota Sukabumi kini mulai didorong menjadi subjek aktif dalam pembangunan kesehatan. Semangat inilah yang diusung Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kota Sukabumi dalam kegiatan “Sapa Lansia” yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025, Jumat (20/6/2025).
Bertempat di Puskesmas Benteng, kegiatan ini bukan hanya menyuguhkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi medis, tetapi juga mempererat interaksi antara perawat dan para lansia dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Sejumlah 100 perawat dari 2.226 anggota aktif PPNI Kota Sukabumi terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Ketua DPD PPNI Kota Sukabumi, Erna Hanafiyah, menuturkan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang bukan sekadar untuk memberikan pelayanan, tetapi juga untuk mendengar aspirasi dan cerita hidup para lansia, sehingga mereka merasa dihargai dan tetap memiliki peran penting di tengah masyarakat.
“Lansia bukan objek pasif. Mereka punya pengalaman, hikmah, dan nilai yang bisa dibagikan. Kami ingin hadir bukan sebagai petugas, tapi sebagai pendengar dan sahabat,” kata Erna.
Kegiatan “Sapa Lansia” menciptakan ruang dialog antara perawat dan masyarakat lanjut usia yang selama ini cenderung hanya dijangkau secara medis. Melalui pendekatan humanis, para lansia diberi kesempatan untuk menceritakan kondisi mereka, berbagi pengalaman hidup, bahkan memberikan masukan kepada tenaga kesehatan.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas pendekatan baru ini. Ia menyebut bahwa pembangunan kesehatan harus mencakup dimensi sosial dan psikologis lansia, bukan semata-mata dari aspek klinis.
“Saya senang karena kegiatan ini tidak berhenti pada cek tekanan darah atau edukasi pola makan. Ini tentang bagaimana kita mengembalikan ruang hidup yang aktif bagi para lansia, agar mereka tetap merasa bernilai,” ujar Bobby.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa, yang tidak hanya dilaksanakan saat momen peringatan, tetapi menjadi bagian dari sistem kerja kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan lansia.
Sinergi antara PPNI, puskesmas, camat, hingga pemerintah daerah dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelayanan lansia tak bisa berjalan sendiri. Butuh pendekatan holistik yang memadukan pelayanan medis, perhatian sosial, dan penguatan peran lansia dalam komunitas.***(RAF)
Editor : M. Nabil