Bisnisnews.net || Seekor sapi kurban milik Presiden RI Prabowo Subianto menjadi perhatian warga dan kebanggaan tersendiri bagi Haji Nurdin, seorang peternak asal Kampung Curuggelar Tespong, Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Sapi jantan jenis limosin itu rencananya akan disembelih pada perayaan Idul Adha, Sabtu pagi (8/6/2025), di Masjid Gang Ampera, Ciaul, Sukabumi.
Sapi berusia empat tahun dengan bobot sekitar 1.200 kilogram tersebut merupakan hasil ternak Haji Nurdin yang telah dirawat sejak usia satu tahun. Saat dibeli seharga Rp18 juta, bobotnya masih sekitar 260 kilogram. Kini, dengan panjang mencapai 3 meter dan tinggi 1,6 meter, sapi ini tumbuh menjadi salah satu hewan kurban terbesar di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, sapi ini dibeli Bapak Presiden seharga Rp110 juta. Prosesnya melalui negosiasi, dan saya bersyukur bisa dipercaya,” ungkap Haji Nurdin (50), saat ditemui di peternakannya.
Pertumbuhan sapi ini tidak terjadi secara instan. Nurdin menjelaskan, bobot sapi bertambah rata-rata 2 kilogram per hari. Pemberian pakan dilakukan secara rutin dengan komposisi khusus seperti rami, ampas tahu, dedak, dan bahan tambahan yang dirahasiakan sebagai bagian dari strategi perawatan unggulan.
Perhatian terhadap kesehatan sapi pun sangat serius. Nurdin rutin memandikan sapi dua kali sehari, pagi dan sore, untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan. Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan secara berkala, termasuk tes darah dan kotoran, guna memastikan sapi bebas dari penyakit seperti cacingan.
“Sapi ini harus dalam kondisi prima. Kalau stres atau kurang makan, bobotnya bisa turun. Makanya kami rawat betul-betul,” jelasnya.
Pihak Dinas Peternakan juga turut memberikan arahan khusus, mengingat hewan ini merupakan kurban dari orang nomor satu di Indonesia. “Kami diminta menjaga kondisi kaki agar tidak bengkak dan memastikan kandang tetap steril,” tambah Nurdin.
Kisah sukses Haji Nurdin dalam merawat sapi Presiden menjadi contoh bagaimana dedikasi dan ketelatenan dalam beternak bisa membuahkan hasil membanggakan. Tak hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga membawa nama baik Sukabumi di momen sakral Idul Adha. ***(RAF)
Editor : M. Nabil