Bisnisnews.net – Reses anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Edi Sudrajat, di Cicurug mengungkap masalah klasik: data penerima bantuan yang tidak sinkron.
Warga Desa Pasawahan dan sekitarnya mempertanyakan kenapa mereka yang sebelumnya dapat bantuan, kini tiba-tiba tidak dapat karena perubahan desil.
Reses yang digelar di Resto Jl. Taman Rekreasi Cimalati No.49, Desa Pasawahan, Rabu (28/10/2026) itu pun jadi ajang curhat soal KIP, KIS, hingga bansos lain yang hilang.
Menurut Edi, masalah desil memang sensitif karena menyangkut penilaian kesejahteraan rumah tangga, mulai dari rumah permanen, punya motor, hingga pekerjaan.
“Kalau fakta di lapangan memang layak, masih bisa kita perjuangkan. Masyarakat harus tunjukkan kondisi sebenarnya dan ikuti mekanismenya,” kata Edi.
Ia menilai akar masalahnya adalah data yang berasal dari banyak instansi: Dinsos, Dinkes, dan BPS yang belum selaras.
“Selama ini datanya dari mana-mana. Pusat ingin diselaraskan supaya tepat sasaran,” ujarnya.
Edi juga mengingatkan bahwa kebijakan seperti pengobatan gratis dari Gubernur Jabar butuh proses administrasi, tidak bisa langsung jalan.
“Pemkab Sukabumi sedang membahas persoalan ini. Sistem desil sebenarnya bagus untuk menentukan sasaran, tapi penerapannya harus dipahami warga,” katanya.
Selain Bansos, Warga Minta Air dan Sekolah
Tak hanya soal bantuan, warga juga mengeluhkan krisis air bersih setelah kemarau panjang dan jalan lingkungan yang tak kunjung diperbaiki.
Edi menyebut jalan lingkungan sangat vital karena bersentuhan langsung dengan aktivitas harian warga.
“Insyaallah masih bisa. Karena kami itu sepakat, itu pun yang sangat bersentuhan dengan masyarakat secara langsung,” katanya.
Aspirasi lain yang mencuat adalah zonasi sekolah. Warga Desa Benda kesulitan masuk SMP/SMA karena jarak yang jauh, sementara sekolah dekat malah masuk Kabupaten Bogor (Cigombong).
Karena itu, Edi bersama anggota dapil II mendorong pembangunan SMP dan SMK baru di Cicurug.
“Kami selalu dapat keluhan penerimaan siswa di Desa Benda. Ini alasan kenapa perlu tambahan sekolah di Cicurug,” pungkasnya.***
Editor: M. Nabil
(Aab)