Bisnisnews.net – Maxim Indonesia memberikan tanggapan resmi atas pemberitaan Bisnisnews.net berjudul “Tiga Kebijakan Maxim Dipersoalkan, Ratusan Ojol Sukabumi Sampaikan Aspirasi ke DPRD” yang tayang pada 16 September 2026 lalu.
Dalam surat tanggapan yang ditujukan kepada Redaksi Bisnisnews.net, Direktur Pengembangan Maxim Indonesia Dirhamsyah meluruskan tiga kebijakan yang dipersoalkan mitra pengemudi di Sukabumi.
Program Turbo Bersifat Sukarela
Terkait program Turbo, Dirhamsyah menegaskan program tersebut bersifat opsional dan tidak wajib diikuti oleh mitra pengemudi.
“Program Turbo tersedia bagi mitra yang ingin mendapatkan prioritas lebih tinggi selama lima jam dengan biaya tertentu. Keikutsertaan dalam program Turbo bersifat sukarela dan dapat menjadi pilihan bagi mitra yang menjalankan aktivitas sebagai pengemudi secara paruh waktu,” ujarnya dalam surat tanggapan yang diterima redaksi, Senin 28/09/2026.
Ia menambahkan, mitra yang memilih tidak mengikuti program Turbo tetap dapat menerima orderan dan memperoleh penghasilan sesuai mekanisme standar distribusi pesanan yang berlaku.
Komisi 0-8% dan Biaya Platform
Mengenai komisi aplikasi, Maxim memastikan telah menerapkan komisi sesuai ketentuan yang berlaku, dengan besaran berada pada rentang 0–8 persen.
Sementara biaya platform telah diperhitungkan berdasarkan tarif dasar dan tidak dibayarkan secara terpisah oleh mitra pengemudi.
“Biaya tersebut digunakan untuk mendukung operasional, pemeliharaan layanan, serta pengembangan teknologi dan berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi agar dapat beroperasi dengan baik,” jelas Dirhamsyah.
Soal Tarif dan Pendaftaran Mitra Baru
Terkait harga perjalanan, Maxim menyebut pengemudi yang aktif menerima dan menyelesaikan pesanan dapat memperoleh penghasilan di atas rata-rata. Perusahaan akan terus menjaga tarif tetap terjangkau bagi pelanggan, sekaligus memberi kesempatan mitra untuk memperoleh penghasilan selama bersedia dan aktif bekerja.
Sementara terkait pendaftaran mitra pengemudi baru, Maxim berkomitmen tetap membuka kesempatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia yang ingin bergabung.
“Di saat yang sama, perusahaan secara berkala melakukan evaluasi dan perhitungan terhadap kebutuhan mitra pengemudi di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan layanan,” ungkapnya.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan mitra pengemudi dan kebutuhan pengguna (supply and demand).
“Seiring dengan perkembangan pasar dan meningkatnya popularitas layanan Maxim, jumlah pesanan juga terus bertumbuh. Oleh karena itu, pertumbuhan jumlah mitra pengemudi merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan layanan dan kebutuhan pengguna,” pungkasnya.*** (Redaksi)
Editor: M. Nabil