Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat sejumlah sektor yang dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Tak hanya mengandalkan belanja pemerintah, strategi tersebut juga menyasar peningkatan konsumsi, investasi, perdagangan hingga pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, kekuatan ekonomi daerah harus dibangun dari berbagai sektor yang saling menopang. Menurutnya, perputaran ekonomi akan semakin kuat apabila pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan sektor perbankan dapat bergerak dalam satu ekosistem.
“APBD, konsumsi masyarakat, investasi, dan aktivitas perdagangan memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat,” kata Ayep.
Di sisi pemerintahan, peningkatan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu fokus yang terus dilakukan. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi penerimaan dari berbagai sumber pajak, termasuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Ayep menyebut, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak memiliki kaitan langsung dengan kemampuan pemerintah dalam menjalankan pembangunan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, peningkatan pendapatan daerah menurutnya harus diikuti dengan pengelolaan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan publik.
“APBD ini adalah uang rakyat yang dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program. Karena itu, kita harus memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, penguatan ekonomi masyarakat juga diarahkan melalui pengembangan ekonomi kreatif. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Pelatihan Design & Membatik yang diselenggarakan Dinas Koperasi Kota Sukabumi bersama Dekranasda dan Bank BJB pada 8–10 September 2026.
Sebanyak 75 peserta dari kalangan pemula dan pelaku UMKM mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong masyarakat melihat sektor kreatif sebagai peluang ekonomi.
Tidak hanya mengajarkan kemampuan desain dan membatik, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk melahirkan produk yang memiliki nilai jual. Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi bekal untuk memulai usaha maupun meningkatkan kualitas bisnis yang sudah berjalan.
Batik menjadi salah satu potensi kerajinan yang dikembangkan di Kota Sukabumi. Selain itu, produk berbahan bambu dan sektor kuliner juga dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari kekuatan ekonomi lokal.
Pemkot Sukabumi menilai pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses terhadap modal, pasar, teknologi, peningkatan kualitas produk serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan dunia usaha, perbankan, komunitas dan berbagai elemen masyarakat.
“Sinergi antarpihak diperlukan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan keterampilan, memperkuat pemasaran, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru,” ujarnya.
Ayep menegaskan, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga harus memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, peningkatan kapasitas fiskal daerah diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan sektor produktif. UMKM, ekonomi kreatif, perdagangan dan investasi didorong agar semakin berkontribusi terhadap perputaran ekonomi Kota Sukabumi.
Ke depan, Pemkot Sukabumi menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dengan tetap menjaga stabilitas inflasi. Kolaborasi lintas sektor pun akan terus diperkuat agar geliat ekonomi tidak hanya tumbuh di tingkat makro, tetapi turut dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap Kota Sukabumi memiliki fondasi ekonomi yang lebih tangguh, produktif dan berkelanjutan, sekaligus mampu membuka semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk berkembang dan berusaha.***(RAF)
Editor : M. Nabil