Bisnisnews.net || Hari Kemerdekaan RI bukan sekadar perayaan seremonial semata. Pada HUT RI ke-81 ini, momentum spiritual menjadi fondasi penting untuk keselamatan bangsa. Sejumlah tokoh nasional dan daerah memanjatkan doa mendalam untuk keselamatan bumi pertiwi.
Pernyataan doa bersama ini disampaikan secara khidmat oleh para tokoh penggerak: Anto Kusumayuda (Ketua Umum PPJNA 98), Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98 / Presidium MD KAHMI Sukabumi), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih) Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih), KH Avep Sambas (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Saepul Usman (Ketua Gema PS Sukabumi), Palabuhanratu, Senin (17/08/2026).
Mereka menyatukan hati demi mengetuk pintu langit bagi keselamatan seluruh rakyat Indonesia.
Tantangan zaman yang dihadapi bangsa ini semakin berat dan kompleks. Para tokoh memohon perlindungan dari segala bentuk musibah alam.
“Ya Allah, lindungi, berkahi, dan rahmati negeri ini serta seluruh rakyat Indonesia,” ujar mereka.
Doa juga dipanjatkan agar bangsa ini dijauhkan dari bencana yang akan datang. Persatuan nasional menjadi kunci utama untuk menghadapi pihak-pihak yang tidak senang melihat Indonesia bersatu dan maju.
Mengawal Kepemimpinan Presiden Prabowo
Fokus utama doa ini tertuju pada nakhoda kepemimpinan nasional saat ini. Kekuatan spiritual dinilai menjadi elemen sangat penting dalam mendukung jalannya pemerintahan.
- Memohon kesehatan paripurna dan kekuatan lahir batin bagi Presiden Prabowo.
- Meminta kemudahan dalam menghadapi tantangan dan ujian yang datang silih berganti.
- Berharap kabinet pemerintahan mampu membawa Indonesia keluar dari krisis global.
Menghormati Jasa Leluhur dan Pahlawan Bangsa
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Doa penutup dipanjatkan khusus untuk mereka yang telah gugur demi tegaknya merah putih.
“Ya Allah, tempatkan para pahlawan pendiri bangsa serta para leluhur bangsa di sisi-Mu. Amin Ya Rabbal Alamin.
“Melalui kekuatan doa di hari kemerdekaan ini, seluruh elemen bangsa diharapkan dapat merapatkan barisan. Bersama-sama mewujudkan cita-cita proklamasi menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan religius. (Rd Ratu Dinar Nusantara)***
Editor : M.Nabil.