Bisnisnews.net — Kegiatan touring puluhan anggota Garda Mawar ke Kota Sukabumi tidak sekadar diisi perjalanan dan silaturahmi. Rombongan menyempatkan diri menggelar bakti sosial di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Touring Sosial Garda Mawar, yang mengusung konsep menggabungkan aktivitas komunitas dengan kepedulian terhadap masyarakat.
Ketua Umum Garda Mawar, Mayjen TNI (Purn) Fauka Noor Farid, mengatakan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath dipilih karena memiliki konsep pendidikan yang dinilai berbeda. Selain pendidikan keagamaan, pesantren tersebut mengembangkan pendidikan ekonomi, pelestarian budaya Sunda, hingga pemberian beasiswa bagi santri.
“Pesantren ini menggabungkan antara bukan hanya ilmu agama, tapi mengajarkan tentang ekonomi dan berbagi. Lewat subsidi silang, sehingga biaya pendidikannya gratis, itu luar biasa,” ujar Fauka, Minggu (16/8/2026).
Dalam kegiatan sosial tersebut, Garda Mawar menyalurkan sejumlah bantuan berupa beras dan santunan kepada sekitar 200 anak yatim yang berada di lingkungan pesantren.
Wakil Ketua Garda Mawar, M Resqy FR, mengatakan kegiatan sosial sengaja disisipkan dalam agenda touring agar perjalanan yang dilakukan anggota organisasi tidak hanya berorientasi pada kegiatan komunitas.
Menurutnya, setiap perjalanan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang menjadi tujuan kunjungan.
“Touring bukan hanya tentang perjalanan dan tujuan, tetapi bagaimana perjalanan itu bisa memberikan manfaat,” kata Resqy.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Garda Mawar terhadap para santri, khususnya anak yatim dan dhuafa.
Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath memiliki program beasiswa penuh bagi santri dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 24 provinsi.
“Alhamdulillah kami berterimakasih kepada Garda Mawar yang salah satu bakti sosialnya itu adalah menyantuni anak yatim piatu dhuafa yang ada di pondok pesantren. Karena di pondok pesantren ini memberikan beasiswa penuh di seluruh provinsi di Indonesia, ada 24 provinsi,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, kepedulian Garda Mawar juga diwujudkan dengan membantu anak-anak korban bencana alam untuk mendapatkan pendidikan di Ponpes Dzikir Al-Fath melalui program beasiswa penuh.
Selain memiliki kesamaan dalam kegiatan sosial, hubungan antara Fauka dan Ponpes Dzikir Al-Fath juga telah berlangsung cukup lama.
Fajar mengatakan Fauka telah mengenal perkembangan pesantren sejak sebelum Prabowo Subianto menjadi Presiden RI. Pada 2012, Fauka yang saat itu masih menjadi ajudan Prabowo disebut membawa Prabowo berkunjung ke Ponpes Dzikir Al-Fath.
“Beliau ini dulu ajudannya Bapak Hj. Prabowo sebelum jadi presiden, dan beliau itu kemudian yang membawa ke Pesantren Dzikir Al-Fath,” ungkap Fajar.
Menurut Fajar, kedekatan tersebut membuat Fauka memahami perjalanan dan perkembangan Ponpes Dzikir Al-Fath hingga saat ini.
Kegiatan bakti sosial dalam rangkaian touring ini pun menjadi bentuk nyata komitmen Garda Mawar untuk menjadikan aktivitas komunitas tidak hanya sebagai sarana berkumpul, tetapi juga sebagai wadah berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.***(RAF)
Editor : M. Nabil