Bisnisnews.net – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi mencatatkan kinerja positif hingga pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), penerimaan PAD per 30 Juni telah mencapai Rp263,07 miliar.
Capaian tersebut setara dengan 49,11 persen dari target PAD murni tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp535 miliar.
Kepala Bidang Akuntansi BPKPD Kota Sukabumi, Nurul Leila, menyebut realisasi tersebut berada di atas target penerimaan yang diproyeksikan untuk semester pertama.
“Per 30 Juni 2026, realisasi PAD Kota Sukabumi mencapai Rp263.078.009.557 atau 49,11 persen dari target PAD murni tahun anggaran 2026 sebesar Rp535 miliar. Kalau mengacu pada target semester pertama, realisasinya sudah tercapai bahkan melampaui proyeksi,” ujar Nurul, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, target penerimaan pada semester pertama hanya diproyeksikan sekitar 41 persen. Namun, hingga akhir Juni, realisasi PAD telah mencapai hampir separuh dari target tahunan.
Menurutnya, potensi peningkatan penerimaan masih terbuka pada semester kedua. Salah satunya didorong oleh pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang biasanya mengalami peningkatan pada paruh kedua tahun berjalan.
“Target semester kedua memang lebih besar. Salah satunya karena masyarakat cenderung melakukan pembayaran PBB pada semester kedua,” katanya.
Dari sejumlah komponen PAD, penerimaan pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan capaian 53,03 persen dari target. Kemudian retribusi daerah terealisasi sebesar 43,62 persen.
Adapun pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan telah melampaui target, yakni mencapai 122,89 persen.
BPKPD Kota Sukabumi menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk mengoptimalkan penerimaan daerah dan memenuhi target PAD hingga akhir tahun anggaran 2026.***(RAF)
Editor : M. Nabil