Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp330 miliar untuk membenahi infrastruktur di sejumlah wilayah.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, kebutuhan anggaran tersebut akan dipenuhi melalui beberapa sumber pembiayaan. Di antaranya dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), APBD, serta opsi pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Pemkot Sukabumi saat ini mewacanakan pinjaman sekitar Rp240 miliar dengan jangka waktu pengembalian selama delapan tahun. Rencana tersebut masih harus mendapat persetujuan dari DPRD Kota Sukabumi.
Ayep berharap rencana pinjaman tersebut dapat disetujui sehingga pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur bisa dimulai pada 2027.
“Kalau tahun ini disetujui pinjamannya, tahun 2027 akan langsung berjalan. Uang untuk membayarnya sudah ada, yaitu dari peningkatan PAD,” ujar Ayep, Minggu (26/7/2026).
Di sisi lain, Ayep meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) tidak hanya mengejar percepatan pembangunan, tetapi juga memperhatikan kualitas hasil pekerjaan.
Ia mendorong agar pembangunan jalan di Kota Sukabumi lebih banyak menggunakan konstruksi beton, seperti dalam proyek perbaikan Jalan Prana. Namun, penerapan metode tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing ruas jalan.
Ayep juga meminta pembangunan trotoar ke depan menggunakan konstruksi cor beton. Menurutnya, penggunaan material yang lebih kuat diharapkan membuat infrastruktur memiliki usia pakai lebih panjang.
“Saya ingin pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi rapi dan tahan lama. Kalau biayanya sedikit lebih mahal tidak masalah, karena uang rakyat digunakan kembali untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Ayep menegaskan, peningkatan kualitas infrastruktur menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Sukabumi. Untuk merealisasikan target tersebut, ia berharap adanya dukungan dari DPRD serta pemerintah pusat dan provinsi.***(RAF)
Editor : M. Nabil