Bisnisnews.net – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Madrasah Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Kabupaten Sukabumi*. Pembukaan berlangsung di Kecamatan Jampangkulon, Kamis 23 Juli 2026.
Kegiatan dua hari ini, 23–24 Juli 2026, diikuti sekitar 890 santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Mereka akan bersaing untuk menjadi yang terbaik di bidang keagamaan, seni, akademik, dan olahraga.
Secara keseluruhan terdapat 14 cabang lomba yang dipertandingkan. Banyaknya cabang ini menunjukkan komitmen Porsadin sebagai ajang komprehensif pembinaan santri.
Untuk bidang keagamaan, lomba yang digelar meliputi Tahfiz Juz Amma, MQK, MTQ, Murotal, Adzan, dan Sholawat. Cabang ini menjadi tolok ukur kemampuan santri dalam membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Di bidang akademik dan dakwah dipertandingkan Cerdas Cermat, Pidato Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Tujuannya melatih santri berpikir kritis sekaligus fasih menyampaikan pesan keislaman.
Sementara untuk seni ada Kaligrafi dan Puisi Islami. Dan di bidang olahraga dipertandingkan Lari Sprint 100 Meter, Badminton, dan Tenis Meja sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani santri.
Dalam sambutannya, Bupati H. Asep Japar menegaskan Porsadin bukan sekadar ajang kompetisi. “Porsadin adalah sarana penting untuk memperkuat syiar Islam sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki karakter unggul,” tegasnya.
Menurut Bupati, kegiatan ini merupakan wadah strategis menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, sportivitas, dan rasa percaya diri. Harapannya, lahir santri yang sehat secara jasmani maupun rohani.
Bupati juga berpesan khusus kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan agar menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas selama bertanding. “Kepada seluruh santri, tunjukkan kemampuan terbaik dengan penuh semangat dan percaya diri. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar dan mempererat ukhuwah,” pesannya.
Bupati menekankan, keberhasilan tidak hanya diukur dari medali. Proses belajar, kerja keras, dan pengalaman selama kompetisi juga bagian penting dari kemenangan sejati seorang santri.
Selain peserta, Bupati juga memberikan arahan kepada dewan hakim dan juri. Ia meminta para juri menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab agar terpilih peserta terbaik.
Peserta terbaik nantinya akan menjadi duta Kabupaten Sukabumi di ajang yang lebih tinggi. Hal ini disampaikan Ketua FKDT Kabupaten Sukabumi, KH. Abdullah.
“Porsadin merupakan ajang berjenjang. Para pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Sukabumi pada tingkat Provinsi Jawa Barat, bahkan berpeluang melangkah hingga tingkat nasional,” jelas KH. Abdullah.
Dengan sistem berjenjang tersebut, Porsadin menjadi batu loncatan penting bagi santri untuk mengasah mental bertanding dan memperluas wawasan di luar daerah.
Melalui Porsadin VIII, Pemkab Sukabumi berharap dapat melahirkan santri-santri berprestasi yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlakul karimah, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.***
Editor : M. Nabil
(Saeful Usman)