Bisnisnews.net – Terik matahari tak menyurutkan langkah warga Kampung Cikundul Hilir, RT 01/RW 04, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, untuk mengantre mendapatkan air bersih.
Ribuan warga terdampak kekeringan menerima bantuan air yang disalurkan PMI dan BPBD Kota Sukabumi, Jumat (17/7/2026).
Krisis air mulai dirasakan warga sejak beberapa pekan terakhir. Sejumlah sumur yang menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mulai kehilangan debit air akibat kemarau yang berlangsung sejak Juni 2026.
Lina Marlina, warga setempat, mengatakan kondisi sumur di rumahnya kini hanya mampu menghasilkan sedikit air meski telah digali hingga kedalaman sekitar 18 meter.
“Susah air itu udah dua minggu lebih, sumur di rumah saya sekitar 18 meter itu airnya sudah susah sekarang. Paling kalau ambil dari sumur itu cuman dapat seember,” kata Lina.
Warga kemudian memanfaatkan mata air di sekitar Sungai Cimandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, karena menjadi sumber air bagi banyak warga, mereka harus rela mengantre.
“Paling untuk sehari-hari kami ambil air di mata air dekat Sungai Cimandiri. Disitu airnya bagus, tapi banyak juga yang ambil kesana gak cuman warga sini, jadi antre,” lanjutnya.
Lina berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan air bersih sementara. Menurutnya, pembangunan sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang karena kekeringan selalu berulang setiap musim kemarau.
“Saya kebetulan dapat 20 galon air, paling kalo di pake di rumah dengan lima anggota keluarga mentok di tiga hari juga sudah abis. Kita sih harapannya ingin bantuan sumur bor, karena setiap tahun juga begini terus kalau musim kemarau,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin mengatakan, sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan untuk warga terdampak di Kelurahan Cikundul.
“Hari ini kita salurkan dua tangki atau lebih dengan kapasitas 8.000 dan 5.000 liter. Kalau sejak tiga kali menyalurkan kemarin mencapai 40.000 liter,” ujarnya.
BPBD Kota Sukabumi mencatat, kekeringan telah melanda empat wilayah kecamatan, yakni Lembursitu, Baros, Cibeureum, dan Citamiang.
Dari laporan yang diterima, sekitar 1.300 jiwa atau lebih dari 200 kepala keluarga telah mendapatkan penanganan terkait krisis air bersih.
“Sementara jumlah jiwa yang sudah kita tangani ya, jadi sesuai laporan yang masuk ke BPBD, kita sudah menyalurkan empat kali itu yang kemarin itu 1.300 jiwa atau sekitar 200 KK lebih,” lanjutnya.
Menurut Yoseph, ketersediaan air dari PDAM hingga kini masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, warga yang mengalami kesulitan air bersih diminta segera melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak boros menggunakan air. Pasalnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saya sampaikan BMKG itu kan memprediksi tahun sekarang ini kekeringannya akan lebih kering dari tahun kemarin dan akan lebih panjang ya. Kita imbau kepada masyarakat untuk menghemat air,” jelasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil