Bisnisnews.net – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan KPH Sukabumi menggelar pertemuan dengan para pelaku wisata mitra. Acara berlangsung di Aula KPH Sukabumi, Jumat 17/07/2026.
Agenda utamanya jelas: membahas strategi peningkatan pendapatan sektor pariwisata. Fokusnya pada penguatan jejaring promosi dan pengembangan paket wisata yang lebih kompetitif.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Administratur/KKPH Sukabumi, Dedi S.J. Mulyatno. Turut mendampingi Wakil Administratur KPH Sukabumi, Kepala Seksi Produksi dan Agro Mamat Surahmat, dan Kepala Subseksi Wisata dan Agro Helmy.
Hadir pula perwakilan dari objek wisata binaan Perhutani. Di antaranya Wisata Dewa Dewi, Wisata Cigunung Tugu, dan Wisata Gua Buni Ayu. Ketiganya jadi ikon wisata alam di wilayah kerja KPH Sukabumi.
Dalam arahannya, Dedi menegaskan pentingnya memperluas jangkauan promosi. “Untuk meningkatkan pendapatan wisata, kita perlu memperluas jejaring promosi melalui media sosial maupun kerja sama dengan biro perjalanan,” ujarnya, Jumat 17/07/2026.
Selain promosi, ia mendorong para mitra untuk berinovasi. “Kembangkan paket wisata yang menarik agar mampu bersaing dan memberikan nilai tambah bagi pengunjung,” tegas Dedi.
Dari sisi operasional, Helmy mengingatkan agar semua pengelola berpegang teguh pada SOP yang sudah ditetapkan Perhutani. Standar ini mencakup keamanan, kebersihan, hingga pelayanan.
“Hal ini penting agar para pengunjung merasa nyaman dan aman selama berwisata. Ketika mereka pulang dengan senyum dan punya cerita yang baik tentang pengalaman di objek wisata kita,” kata Helmy.
Pesan itu disambut baik oleh para mitra. Bagi mereka, kenyamanan pengunjung adalah kunci agar wisatawan mau kembali dan merekomendasikan tempat tersebut.
Yandi, mitra pengelola Wisata Cigunung Tugu sekaligus perwakilan pelaku wisata, menyatakan kesiapannya. “Kami akan terus memperluas jejaring promosi agar kunjungan wisata meningkat,” ungkapnya.
Menurut Yandi, jika kunjungan naik, dampaknya tidak hanya ke pelaku wisata. Pendapatan masyarakat sekitar dan Perhutani juga diharapkan ikut terdongkrak.
Kegiatan konsolidasi ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi. Tujuannya satu: mengembangkan potensi wisata alam di hutan Perhutani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.***
Editor : M. Nabil
(Aab)