Bisnisnews.net – Rangkaian kegiatan akhir tahun (MDTU) Nurul Huda Cihanyawar, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Minggu 28/6/2026, tidak hanya meriah bagi siswa dan orang tua. Bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM, acara ini menjadi berkah tersendiri.
Ratusan warga yang memadati lokasi pawai karnaval dan kreasi seni membuat area madrasah berubah seperti pasar tumpah. Lapak-lapak UMKM berjejer rapi menjajakan dagangan, mulai dari makanan, minuman, hingga mainan anak.
Salah satu pelaku UMKM, Aisah (49), pedagang minuman ringan, mengaku ikut ambil bagian untuk mencari rezeki musiman. Ia bersama pedagang lain memanfaatkan momen perpisahan kelas VI untuk meningkatkan pendapatan.
“Alhamdulillah rame sekali. Saya sama pedagang lain niatnya memang cari rezeki musiman. Omsetnya bisa capai 750 ribu sampai 1 juta rupiah seharian,” ujar Aisah sambil melayani pembeli.
Omset tersebut jauh lebih tinggi dibanding hari jualan biasa. Tingginya animo warga yang datang menyaksikan pawai drumband dan penampilan siswa membuat dagangan minuman cepat ludes.
Selain minuman dan makanan, pedagang mainan anak-anak juga kebanjiran pembeli. Ahmad (52), salah satu pedagang mainan, tidak pernah absen setiap ada acara kenaikan kelas dan perpisahan di madrasah-madrasah sekitar Nagrak.
“Saya memang selalu ikut kalau ada acara perpisahan madrasah. Anak-anak pasti beli mainan setelah nonton pawai. Dengan berjualan, Alhamdulillah bisa menambah penghasilan dan membantu nafkah keluarga,” kata Ahmad.
Kegiatan MDTU Nurul Huda Cihanyawar ini membuktikan efek berganda dari acara pendidikan. Selain jadi ajang silaturahmi, acara juga menggerakkan roda ekonomi warga sekitar secara langsung.
Para orang tua siswa yang hadir turut menjadi pembeli setia. Mereka tidak keberatan jajan sambil menunggu anak tampil di panggung kreasi seni. Suasana kekeluargaan membuat transaksi jual beli berlangsung cair.
Kepala MDTU Nurul Huda menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang ikut meramaikan. Menurutnya, keterlibatan UMKM membuat acara terasa lebih hidup dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dukungan alumni dan tokoh masyarakat juga dirasakan pelaku UMKM. Banyak warga yang sengaja membeli dagangan sebagai bentuk dukungan kepada sesama warga Cihanyawar.
Dengan omset ratusan ribu hingga tembus Rp1 juta dalam sehari, kegiatan akhir tahun madrasah ini benar-benar jadi berkah. Bagi UMKM, setiap acara sekolah bukan hanya perayaan, tetapi juga peluang emas menambah rezeki halal untuk keluarga.***
Editor : M. Nabil
(Aab)