Pepes Kang Apon, Menjaga Rasa Sunda dari Kampung Mariuk Simpenan

Date:

Bisnisnews.net – Di tengah semakin beragamnya pilihan kuliner modern, masakan tradisional Sunda tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Kesederhanaan bahan, kekayaan rempah, serta aroma khas yang muncul dari daun pembungkus menjadi daya tarik yang sulit digantikan.

Salah satu kuliner tradisional yang masih mempertahankan cita rasa tersebut hadir dari Pepes Kang Apon, yang berlokasi di Kampung Mariuk RT 03/RW 02, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Di tempat ini, pepes ikan impun dan pepes sidat yang oleh sebagian masyarakat setempat dikenal sebagai pepes lubang diolah dengan cara yang tetap mempertahankan karakter masakan Sunda. Bukan sekadar mengandalkan bahan utama, kekuatan pepes Kang Apon justru terletak pada racikan bumbu yang melimpah dan proses memasak yang membutuhkan kesabaran.

Bagi masyarakat Sunda, pepes bukan hanya hidangan untuk mengisi perut. Pepes merupakan bagian dari tradisi dapur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ikan yang dibumbui, kemudian dibungkus menggunakan daun dan dimasak hingga bumbu meresap, menghasilkan perpaduan rasa serta aroma yang khas.

Di tangan Kang Apon, tradisi tersebut dipertahankan melalui racikan bumbu yang terdiri dari berbagai rempah. Sedikitnya terdapat sekitar 12 macam bumbu dan rempah yang digunakan dalam proses pengolahan, mulai dari serai, daun salam, kemiri, bawang merah, bawang putih, daun suraung (Kemanggi-red), hingga sejumlah bumbu pelengkap lainnya. Perpaduan tersebut menjadi kunci untuk menghasilkan aroma dan rasa pepes yang kuat.

“Pepes itu bukan cuma soal ikan dan bumbu. Ada rasa Sunda di dalamnya. Ada aroma daun, rempah, dan kenangan masa kecil yang kadang sulit dijelaskan dengan kata-kata, tapi bisa langsung terasa ketika suapan pertama masuk ke mulut,” ujar Kang Apon, Sabtu 15/08/2026.

Rahasia Ada pada Bumbu dan Kesabaran

Salah satu keistimewaan pepes tradisional terletak pada proses pengolahannya. Ikan segar dipadukan dengan bumbu yang telah disiapkan, kemudian dibungkus menggunakan daun sebelum dimasak hingga matang.

Proses tersebut membuat bumbu tidak hanya menempel di bagian luar ikan, tetapi perlahan meresap dan menyatu dengan bahan utama.

Ketika bungkus daun mulai dibuka, aroma serai, daun salam, dan rempah lainnya langsung menguar. Wangi tersebut menjadi bagian pertama yang menggoda selera sebelum makanan benar-benar dicicipi.

Pepes ikan impun memiliki karakter rasa gurih dengan aroma rempah yang cukup kuat. Sementara pepes sidat atau pepes lubang memberikan sensasi yang berbeda karena memiliki tekstur daging khas yang berpadu dengan racikan bumbu.
Tidak ada kemewahan dalam penyajiannya. Justru kesederhanaan itulah yang menjadi kekuatan makanan tradisional tersebut.

Daun pembungkus, ikan segar, bumbu yang lengkap, serta proses memasak yang dilakukan dengan telaten menjadi kombinasi yang menciptakan cita rasa khas dapur Sunda.

“Saya ingin orang yang makan pepes ini bukan hanya bilang enak, tetapi juga bisa merasakan bahwa ini makanan Sunda. Ada kesederhanaan, ada kehangatan, dan ada rasa yang membuat ingin nambah lagi,” kata Kang Apon.

Aroma Daun, Identitas Dapur Sunda

Bagi pencinta kuliner tradisional, aroma menjadi salah satu unsur penting dalam menikmati pepes.

Wangi daun yang bercampur dengan rempah memberikan karakter tersendiri. Ketika pepes dibuka, aroma yang keluar seakan membawa ingatan pada suasana dapur tradisional Sunda, ketika masakan dibuat dengan bahan-bahan sederhana namun penuh perhatian. Cita rasa seperti inilah yang semakin sulit ditemukan di tengah perkembangan kuliner modern.

Pepes Kang Apon tidak mencoba mengubah makanan tradisional menjadi sesuatu yang berlebihan. Sebaliknya, cita rasa asli justru dipertahankan agar masyarakat dapat menikmati pepes sebagaimana makanan tersebut dikenal di lingkungan masyarakat Sunda.

Keberadaan kuliner seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan pangan lokal. Sebab, mempertahankan makanan tradisional bukan hanya mempertahankan sebuah resep, tetapi juga menjaga cerita, kebiasaan, dan identitas masyarakat.

Dari Kampung Mariuk untuk Pecinta Kuliner Sunda

Berlokasi di Kampung Mariuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, pepes Kang Apon hadir sebagai salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan dengan nuansa khas masakan Sunda.

Keunggulannya bukan pada kemasan mewah maupun penyajian yang dibuat rumit. Daya tariknya justru muncul dari apa yang ada di dalam bungkus daun: ikan, bumbu, rempah, aroma, dan proses pengolahan yang tetap mengedepankan cara tradisional.

Pepes tersebut menjadi gambaran bahwa kuliner kampung memiliki kekuatan tersendiri. Sebuah makanan sederhana dapat menjadi istimewa ketika dibuat menggunakan bahan yang baik, bumbu yang tepat, serta ketekunan dalam mengolahnya.

Pada akhirnya, Pepes Kang Apon bukan hanya berbicara tentang rasa gurih, pedas, atau aroma rempah. Lebih dari itu, makanan tersebut membawa pesan tentang bagaimana cita rasa Sunda tetap dapat dipertahankan di tengah perubahan zaman.

“Dibungkus ku daun, dibumbuan ku rempah, diasakan ku kanyaah”.

Itulah ruh dari pepes tradisional Sunda.

Dari Kampung Mariuk, aroma pepes Kang Apon seakan mengingatkan bahwa makanan tidak selalu harus mahal dan mewah untuk menjadi istimewa. Kadang, cukup dengan ikan segar, bumbu yang melimpah, daun pembungkus, dan tangan yang sabar, lahirlah hidangan yang mampu membuat lidah berkata:

“Héjo deui mah, Kang… tambah deui!”
Pepes Kang Apon—sederhana bungkusna, beunghar bumbuna, kuat aromana, tur ngeunah rasa Sundana. ***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Desa Sayati Semarakkan “Love You Fest” Margahayu dalam rangka HUT RI Ke 81

Bisnisnews.net - Desa Sayati turut ambil bagian dalam memeriahkan...

Pengukuhan Anggota Paskibraka Kabupaten Sukabumi, Bupati Tegaskan Kehormatan dan Tanggungjawab Besar 

Bisnisnews.net - Bupati Sukabumi H Asep Japar mengukuhkan 32...

Menuju Jabar Caang: Aliansi Masyarakat Sukabumi dan Cianjur Selatan Kawal Jaringan Listrik PLN

BISNISNEWS.NET, SUKABUMI || Kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan...

Ratusan Elemen Sukabumi Satukan Tekad di Apel Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia”

Bisnisnews.net – Lapangan Apel Mapolres Sukabumi dipenuhi lautan manusia...