Bisnisnews.net – Budidaya cabe merah keriting termasuk usaha tani yang menjanjikan. Permintaan cabai di Indonesia tinggi karena masakan pedas menjadi favorit masyarakat. Ditambah, harga cabai sering melonjak berkali-kali lipat pada momen tertentu.
Berdasarkan data Antara News, harga cabe merah keriting naik 35% menjelang Ramadan 2023. Dari Rp48 ribu/kg menjadi Rp65 ribu/kg. Meski harga naik, permintaan tetap tinggi sehingga petani berpotensi mendapat keuntungan lebih besar.
Proses budidaya cabai relatif mudah dan bisa dipanen berkali-kali. Inilah yang membuat banyak petani tertarik. Namun, hasil maksimal hanya didapat jika cara tanam dan perawatan dilakukan dengan benar sejak awal.
Kunci pertama ada di pemilihan lokasi. Tanah harus kaya bahan organik, subur, gembur, tidak mudah tergenang, dan tidak rawan penyakit. pH tanah ideal berada di kisaran 5,5–8,8 agar tanaman tumbuh optimal.
Faktor iklim juga menentukan. Cabe merah keriting butuh cuaca yang stabil, cukup sinar matahari, dan drainase baik. Lokasi yang salah bisa membuat tanaman kerdil dan produksi rendah meski perawatan bagus.
Tahap selanjutnya adalah pembibitan. Kualitas bibit sangat menentukan keberhasilan. Bibit harus disesuaikan dengan kondisi daerah tanam. Jika ragu, konsultasi ke petani sukses atau penyuluh pertanian bisa membantu memilih varietas tepat.
Sebelum disemai, bibit perlu direndam 2-3 jam. Perendaman bisa menggunakan Pupuk Organik Cair POC untuk membebaskan benih dari penyakit tular benih, mengusir hama, dan mempercepat tumbuhnya kecambah.
Lahan semai juga harus dipersiapkan. Tanah dibasahi, lalu diberi pupuk organik seperti GDM Black BOS dan GDM SaMe Granule Bio Organik. Diamkan beberapa hari supaya bakteri dan unsur hara bekerja maksimal sebelum benih ditebar.
Cara menyemai: tebar benih merata dengan jarak cukup, tutup tipis dengan tanah, lalu tutup lagi dengan jerami atau daun kelapa kering untuk menjaga kelembapan. Siram tiap pagi sebelum pukul 08.00 sampai umur 3-4 minggu.
Pantau pertumbuhan saat benih berumur 5-7 hari. Jika sudah berdaun 3-4 helai dan umur 3-4 minggu, bibit siap dipindah ke lahan budidaya. Pemindahan yang tepat waktu mengurangi risiko stres pada tanaman.
Setelah pindah tanam, perawatan lanjutan meliputi pemupukan, pengendalian hama, dan pengaturan air. Tanah yang bebas nematoda dan pH sesuai standar akan membuat cabe tumbuh sehat, buah lebat, dan hasil panen melimpah.
Singkatnya, budidaya cabe merah keriting menjanjikan keuntungan tinggi, terutama saat harga melonjak jelang hari raya. Tapi suksesnya tergantung pada 3 hal: lokasi tepat, bibit berkualitas, dan perawatan sesuai panduan.***
Editor : M. Nabil
(Aab)