Bisnisnews.net – Harga Emas Antam Melemah, Turun Rp32 Ribu per Gram pada Perdagangan 20 Juni 2026 Harga emas batangan Antam mengalami penurunan pada perdagangan Sabtu, 20 Juni 2026.
Berdasarkan data yang dirilis Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.780.000 per gram atau turun Rp32.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang mencapai Rp2.812.000 per gram. Penurunan harga tersebut turut memengaruhi berbagai ukuran emas lainnya.
Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, emas Antam dipasarkan dengan harga Rp1.443.000. Sementara ukuran 2 gram dijual Rp5.498.000 dan ukuran 10 gram mencapai Rp27.274.000.
Adapun emas Antam ukuran 50 gram tercatat berada pada level Rp136.027.000. Di sisi lain, produk emas dari Galeri24 dan UBS juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi logam mulia.
Harga emas Galeri24 ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.392.000, sedangkan ukuran 1 gram dijual Rp2.655.000. Untuk emas UBS, harga pecahan 0,5 gram tercatat Rp1.442.000 dan ukuran 1 gram Rp2.668.000.
Harga emas yang diperdagangkan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global maupun domestik. Investor juga perlu memperhatikan ketentuan perpajakan dalam transaksi penjualan kembali (buyback) emas batangan.
Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi buyback emas dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Potongan pajak tersebut langsung dikurangi dari total nilai buyback yang diterima nasabah.
Berikut daftar harga emas Antam per Sabtu, 20 Juni 2026: 0,5 gram: Rp1.443.000 1 gram: Rp2.780.000 2 gram: Rp5.498.000 3 gram: Rp8.221.000 5 gram: Rp13.666.000 10 gram: Rp27.274.000 25 gram: Rp68.055.000 50 gram: Rp136.027.000 100 gram: Rp271.973.000
Penurunan harga emas ini menjadi perhatian para investor dan masyarakat yang memanfaatkan logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang, terutama di tengah fluktuasi pasar yang masih berlangsung.***
Editor : M. Nabil
(IFU)