Bisnisnews.net – Keselamatan saat bertugas menjadi perhatian utama dalam kegiatan Media Safety for Journalist 4 yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/6/2026). Melalui kegiatan tersebut, para jurnalis dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.
Sebanyak 20 wartawan dari media cetak, daring, dan televisi mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan materi teori dengan praktik langsung. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai kepalangmerahan, pertolongan pertama, hingga penanganan kondisi kegawatdaruratan yang berpotensi ditemui saat menjalankan tugas jurnalistik.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara PMI dan insan pers dalam membangun masyarakat yang lebih tanggap terhadap kondisi darurat.
“Selain membahas keselamatan bagi jurnalis, kami juga memberikan edukasi tentang kepalangmerahan, pertolongan pertama, serta pentingnya donor dan transfusi darah,” kata Hondo.
Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara PMI dan media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan edukasi kemanusiaan kepada masyarakat. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Hondo mengungkapkan bahwa kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan dan mendapat respons positif dari peserta. Karena itu, PMI berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif yang menyentuh berbagai kalangan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terbangun. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hondo menekankan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama bukan hanya dibutuhkan oleh tenaga kesehatan atau relawan, tetapi juga masyarakat umum. Menurutnya, kecelakaan maupun kondisi darurat dapat terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya keselamatan, khususnya bagi mereka yang sering terlibat dalam kegiatan lapangan seperti relawan kebencanaan, komunitas kemanusiaan, hingga jurnalis.
Berdasarkan pengalamannya selama terlibat dalam berbagai penanganan bencana, masih banyak petugas maupun relawan yang mengabaikan penggunaan alat pelindung diri saat bertugas. Padahal, perlengkapan seperti helm, pelampung, sepatu bot, dan sarung tangan memiliki fungsi vital untuk melindungi keselamatan penolong.
“Keselamatan penolong harus menjadi prioritas. Jangan sampai saat hendak membantu orang lain, justru kita yang menjadi korban karena mengabaikan prosedur keamanan,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Sukabumi berharap para jurnalis tidak hanya mampu menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dan pemahaman dasar mengenai keselamatan kerja serta penanganan darurat di lapangan.***(RAF)
Editor : M. Nabil