Bisnisnews.net || Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Majelis Pencerahan menggelar acara keagamaan memasuki hari ketiga Muharam 1448 H. Acara diisi dengan pembacaan shalawat bersama. Kegiatan ini diinisiasi oleh PPJNA 98, Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, Rumah Literasi Merah Putih, dan Sinergi Media Merah Putih.
Melalui siaran pers resmi, Majelis Pencerahan menyatakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki dimensi spiritual kuat. Program ini dipandang sebagai bentuk pemenuhan amanah para Wali Allah dalam menyejahterakan rakyat.
Majelis Pencerahan menegaskan pemenuhan gizi merupakan tanggung jawab pemimpin. Program menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, pelajar, santri, ibu hamil, dan bayi menyusui.

Kritik Terhadap Aksi Mahasiswa
Majelis Pencerahan turut menyoroti dinamika sosial terkait penolakan program pangan tersebut. Mereka menilai aksi unjuk rasa mahasiswa yang menuntut penghentian MBG sebagai langkah yang salah kaprah. Menurut mereka, gerakan mahasiswa seharusnya berfokus pada pembelaan hak-hak pemenuhan gizi masyarakat miskin.
Pernyataan Sikap Bersama
Ini disampaikan dan ditandatangani oleh perwakilan Majelis Pencerahan yang terdiri atas:
1. Anto Kusumayuda (Ketua Umum PPJNA 98)
2. Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih)
3. Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih)
4. HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara)
Gerakan shalawat ini akan terus dilanjutkan sebagai bentuk pengawalan spiritual terhadap kebijakan pemerintah yang pro masyarakat kecil.***
Jurnalis : Yosep.M
Editor : M.Nabil