Bisnisnews.net – Semangat “hutan lestari, masyarakat sejahtera” kembali digaungkan. Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Gema PS) Kabupaten Sukabumi, menggelar Konsolidasi Program Kerja di Desa Waluran Mandiri, Jumat 14 Agustus 2026.
Pertemuan ini menjadi titik tolak Gema PS Sukabumi untuk merumuskan arah gerakan dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua Gema PS Kabupaten Sukabumi, Saeful Usman atau yang akrab disapa Apih Usman menyebut, forum ini penting untuk memperkuat konsolidasi internal.
“Kegiatan ini kita gagas untuk melakukan penguatan dalam melaksanakan program kerja. Kita evaluasi apa yang sudah jalan, apa yang harus dibenahi, agar gerak kita ke depan lebih terukur,” ujar Apih Usman.
Dalam diskusi, Gema PS menegaskan kembali bahwa perhutanan sosial memiliki 3 pilar utama yang tidak bisa dipisahkan.
1. Menjaga Fungsi Ekologi Hutan
Menurut Ketua Gema PS, masyarakat sebagai pengelola harus jadi garda depan pelestarian.
“Tugas kita bukan hanya memanfaatkan, tapi juga merawat. Menjaga daerah tangkapan air, mencegah erosi, dan menghentikan alih fungsi hutan sembarangan. Kalau hutannya sehat, bencana bisa kita minimalisir,” katanya.
Ke depan, program konservasi, penanaman pohon produktif, dan patroli hutan oleh masyarakat akan terus diperkuat.
2. Menghidupkan Ekonomi Rakyat Berbasis Hutan
Pilar kedua adalah ekonomi. Gema PS mendorong kelompok tani hutan untuk naik kelas dari sekadar mengelola lahan menjadi pelaku usaha.
“Perhutanan sosial harus melahirkan pendapatan. Kita dorong komoditas unggulan seperti kopi, aren, madu, dan ekowisata berbasis desa. Jangan sampai SK sudah di tangan tapi perut masih kosong,” tegas.Apih Usman.
Untuk itu, pelatihan, akses pasar, dan kemitraan dengan BUMDes serta swasta akan jadi prioritas.
3. Memperkuat Fungsi Sosial dan Kelembagaan
Fungsi sosial menjadi napas dari perhutanan sosial itu sendiri. “Ini soal keadilan akses. Perempuan, pemuda, kelompok rentan harus dilibatkan. Tata kelola kelompok juga harus transparan dan demokratis. Kuatkan musyawarah, kuatkan gotong royong,” ucapnya.
Gema PS juga akan fokus pada penguatan kapasitas pengurus, pendampingan hukum, dan penyelesaian administrasi SK perhutanan sosial.
Desa Waluran Mandiri dipilih sebagai lokasi karena dianggap representatif. Di desa ini masyarakat sudah mulai merasakan manfaat pengelolaan hutan secara kolektif.
“Waluran Mandiri ini contoh bahwa kalau masyarakat diberi ruang dan kepercayaan, hutan bisa dijaga dan ekonomi bisa tumbuh,” tandasnya
Dalam roadmap 2026-2029, Gema PS Sukabumi menargetkan 3 hal:
1. Legalitas Tuntas – memastikan seluruh kelompok memiliki akses kelola yang sah.
2. Ekonomi Tumbuh – lahirnya minimal 1 produk unggulan per kelompok yang bisa dipasarkan.
3. Kelembagaan Mandiri – kelompok mampu berjalan tanpa tergantung bantuan, dan menjadi mitra pemerintah.
“Perhutanan sosial itu bukan program, tapi gerakan. Gerakan untuk mengembalikan hutan ke rakyat, dan mengembalikan kesejahteraan ke desa hutan,” pungkas Ketua Gema PS.
Konsolidasi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk bergerak serentak. Gema PS berharap sinergi dengan pemerintah, akademisi, dan pihak lain bisa membuat perhutanan sosial di Sukabumi menjadi percontohan di Jawa Barat.***
Editor : M. Nabil
(Aab)