Bisnisnews.net – Pasar keuangan Indonesia memulai perdagangan awal pekan dengan catatan menggembirakan. Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada sesi perdagangan Senin (15/6/2026) pagi.
Berdasarkan data perdagangan, rupiah berada di posisi Rp17.760 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan penguatan sebesar 100 poin atau sekitar 0,56 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Performa positif rupiah terjadi seiring menguatnya sebagian besar mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS. Yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, hingga won Korea Selatan sama-sama mencatat apresiasi. Adapun dolar Hong Kong terpantau bergerak relatif stabil.
Tren penguatan juga terlihat pada sejumlah mata uang utama dunia. Euro, poundsterling, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss kompak menguat, mencerminkan melemahnya tekanan dolar AS di pasar global.
Sentimen positif turut mendorong pergerakan pasar saham domestik. IHSG langsung melesat sejak pembukaan perdagangan dan naik 180,52 poin atau sekitar 3 persen ke level 6.188.
Indeks dibuka pada level 6.118 sebelum bergerak terus di zona hijau. Dalam beberapa menit pertama perdagangan, IHSG bahkan sempat mencapai posisi tertinggi harian di level 6.194.
Kenaikan indeks ditopang oleh dominasi saham yang bergerak positif. Sebanyak 519 saham tercatat menguat, sementara 84 saham melemah dan 104 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga berlangsung cukup tinggi. Hingga pukul 09.05 WIB, volume perdagangan telah mencapai 3,53 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,20 triliun dari 208.548 kali transaksi.
Penguatan rupiah yang terjadi bersamaan dengan reli IHSG menunjukkan optimisme investor terhadap pasar keuangan domestik. Kondisi ini sekaligus menjadi angin segar bagi pelaku pasar setelah sebelumnya dibayangi berbagai ketidakpastian ekonomi global.***(RAF)
Editor : M. Nabil