Bisnisnews.net – Kabar baik buat warga selatan. Dinas Pekerjaan Umum DPU Kabupaten Sukabumi mulai turun aspal di ruas Jalan Cijaksa–Mataran. Jalan kabupaten yang selama ini bolong-bolong itu merupakan akses vital penghubung kawasan Puncak Buluh sekaligus jalur alternatif ke Kecamatan Lengkong. Kini perbaikan jalan mulai jalan.
Ruas ini nadi ekonomi Pajampangan. Dari Cijaksa ke Mataran tiap hari dilewati truk sayur, motor petani, sampai angkutan umum. Tapi karena rusak parah, mobilitas warga terhambat, hasil pertanian sering telat ke pasar, dan biaya operasional kendaraan membengkak.
Makanya saat alat berat dan mesin aspal masuk, warga langsung sambut positif. Harapan lama akhirnya dieksekusi. Kalau mulus, waktu tempuh Jampangkulon–Lengkong bisa dipangkas, ongkos angkut turun, harga di pasar bisa lebih stabil.
Camat Jampang Kulon Dading apresiasi langkah DPU. Baginya pengaspalan ini jawaban atas keluhan warga bertahun-tahun. Dia titip pekerjaan dikerjakan rapi dan sesuai spek biar awet.
“Saya mengapresiasi langkah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi yang menunjukkan komitmen meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah selatan. Pengaspalan ruas Jalan Cijaksa–Mataran merupakan harapan masyarakat yang akhirnya dapat direalisasikan,” ujar Dading, Sabtu 13/06/2026.
“Kami berharap pekerjaan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran transportasi warga,” tegasnya.
Titik paling parah ada di Desa Cikarang, Karanganyar, sampai Cikarangeusan. Lubang besar, aspal ngelupas, kalau hujan jadi kubangan. Motor sering slip, mobil gardan jebol. Pengaspalan kali ini fokus dulu di titik-titik kritis itu biar langsung kerasa manfaatnya.
Sementara itu, Kepala UPTD PU Jampangkulon Yudi Sarip turun langsung cek lapangan. Menurutnya, ruas Cijaksa–Mataran ini tulang punggung penghubung Jampangkulon dengan Lengkong. Begitu mulus, rantai distribusi hasil tani dari kebun ke pengepul bakal lebih cepat.
“Dengan adanya perbaikan ruas jalan yang menghubungkan wilayah Jampangkulon dengan Kecamatan Lengkong ini, dari jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama di wilayah Desa Cikarang, Karanganyar, hingga Desa Cikarangeusan, Kecamatan Jampangkulon,” jelas Yudi Sarip.
“Dengan adanya perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Mudah-mudahan mobilitas warga bisa lebih lancar dan tidak terganggu kondisi jalan rusak,” lanjutnya.
Dampak ekonominya langsung. Petani cabai, tomat, dan sayuran di Puncak Buluh selama ini sering rugi karena jalan rusak bikin sayur lebam di jalan. Begitu aspal baru jadi, truk bisa melaju stabil. Petani untung, konsumen di pasar Lengkong–Sukabumi juga dapat harga lebih wajar.
Dari sisi keselamatan, pengaspalan ini nyawa. Banyak kecelakaan tunggal karena pengendara banting setir hindari lubang atau terpeleset pas hujan. Jalan rata + marka jelas = risiko kecelakaan turun. Anak sekolah yang naik motor ke Lengkong juga lebih aman.
DPU Sukabumi pakai metode hotmix biar daya tahannya lebih kuat nahan beban truk pertanian. Drainase di sisi jalan juga dibenahi biar air gak ngendap dan ngerusak aspal lagi. Ini bukan tambal sulam, tapi perbaikan struktural.
Warga sekitar sudah bantu-bantu. Ada yang ngatur lalin, ada yang sediain kopi buat petugas. Gotong royong ini yang bikin proyek cepat jalan. Warga sadar, jalan bagus itu rezeki bersama.
Ke depan, Camat Dading berharap ada perawatan rutin. Jalan bagus kalau gak dirawat, 2 tahun lagi rusak lagi. Dia minta warga juga jaga: jangan buang sampah ke drainase, jangan overload muatan truk biar aspal gak cepat ambles.
Intinya, aspal baru di Cijaksa–Mataran itu bukan sekadar proyek. Ini jalan menuju Pajampangan yang lebih maju. Ekonomi muter, anak sekolah lancar, ambulans gak telat. Dari Cijaksa sampai Mataran, langkah kecil DPU ini efeknya besar buat ribuan warga.***
Editor : M. Nabil
(Aab)