Yudi Suryadikrama Dengar Langsung Keluh Warga Pangadegan, Pembangunan Parungkuda Jadi Sorotan

Date:

Reses Masa Sidang II, Politisi PDI-P Catat Aspirasi Infrastruktur Hingga Layanan Publik Warga Sundawenang

Bisnisnews.net – Balai Kampung Pangadegan RT 24 RW 10, Desa Sundawenang penuh sesak Rabu 3/6/2026. Puluhan warga datang berbondong-bondong ke Reses Kedua Tahun Sidang 2026 anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Yudi Suryadikrama, S.H. dari Fraksi PDI Perjuangan.

Titik reses dipilih langsung di tengah pemukiman warga. Tujuannya satu: mencairkan sekat antara wakil rakyat dan konstituen, biar aspirasi nyampe tanpa perantara.

Begitu tiba, Yudi langsung duduk bareng warga. Tidak ada meja panjang berlapis kain. Diskusi berlangsung lesehan, hangat, dan tanpa jarak. Warga bebas angkat tangan menyampaikan keluhan.

Aspirasi yang mengemuka beragam. Mulai dari usulan perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, saluran drainase, penerangan jalan, sampai keluhan pelayanan publik yang masih dirasa kurang maksimal.

Bagi warga Parungkuda, reses bukan acara formalitas. Ini momen langka bisa bicara langsung ke dewan tanpa harus ke kantor DPRD. Setiap menit dimanfaatkan untuk curhat soal kondisi desa.

Yudi Suryadikrama mendengarkan satu per satu. Catatan kecil keluar-masuk buku. Ia tidak memotong, tidak menggurui. Fungsi menyerap aspirasi benar-benar dijalankan.

Menurut Yudi, reses adalah ruh kerja dewan di dapil. Tanpa turun ke bawah, pembahasan APBD bisa melenceng dari kebutuhan riil masyarakat.

Yudi Suryadikrama Dengar Langsung Keluh Warga Pangadegan, Pembangunan Parungkuda Jadi Sorotan (Foto : DH)

“Reses ini bukan hanya kegiatan seremonial semata. Justru melalui kegiatan seperti inilah saya bisa mendengar langsung kebutuhan dan harapan masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kabupaten Sukabumi,” ujar Yudi di hadapan warga Pangadegan.

Kalimat itu jadi penegasan: reses bukan foto-foto. Catatan warga akan dibawa pulang, diolah, lalu diperjuangkan lewat pembahasan komisi dan paripurna DPRD.

Politisi PDI-P itu menegaskan, semua usulan akan dicatat rapi. Selanjutnya masuk mekanisme pembahasan program pembangunan daerah sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.

“Ia menegaskan, setiap usulan yang disampaikan warga akan dicatat dan menjadi bahan dalam pembahasan program pembangunan daerah sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku,” jelas Yudi.

Bagi warga, hadirnya anggota dewan langsung ke kampung punya arti besar. Setidaknya mereka merasa didengar. Soal terealisasi atau tidak, itu urusan proses dan anggaran ke depan.

Sejumlah warga berharap aspirasi yang sudah disampaikan tidak berhenti di kertas notulen. Mereka ingin jadi skala prioritas pembangunan Parungkuda tahun 2027.

Kehadiran Yudi dinilai warga penting untuk memotret kondisi lapangan. Data di kertas Musrenbang sering beda dengan realita di gang-gang kecil Pangadegan.

Reses ditutup tertib dan penuh kekeluargaan. Warga pulang bawa harapan, Yudi pulang bawa PR. Hubungan dewan-konstituen makin erat, targetnya sama: dorong pembangunan merata sesuai kebutuhan masyarakat Sundawenang.***

Editor : M. Nabil

(DH)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Koordinator Demonstrasi Minta Maaf kepada Warga, Sebut Aksi 2.6.26 Bukti Solidaritas RT-RW Kota Sukabumi

Bisnisnews.net - Pasca berakhirnya Aksi 2626 yang digelar di...

Junajah Nurdiansyah Blusukan ke Warungkiara: Aspirasi Jalan Rusak, UMKM, Hingga Rehab Sekolah

Bisnisnews.net - Desa Warungkiara jadi titik awal Reses Kedua...

Bank bjb Tamansari “Bungkam” Soal Kredit PT ABO Rp18,2 M, Mahasiswa AMPI Siap Demo 5 Juni

DPP AMPI: Diamnya Bank Perkuat Dugaan Tata Kelola Kredit...