Presiden Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Dilarang Diperdagangkan Lewat KDMP

Date:

Bisnisnews.net – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga agar bantuan subsidi tepat sasaran. Ia mewanti-wanti agar barang subsidi pemerintah tidak diperjualbelikan oleh pihak mana pun.

Peringatan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dalam taklimatnya, Prabowo menekankan bahwa seluruh barang subsidi merupakan hak rakyat yang membutuhkan. Karena itu, tidak ada alasan untuk diperdagangkan.

“Tiap koperasi akan menyalurkan semua barang-barang subsidi, barang subsidi adalah milik rakyat, tidak boleh diperdagangkan,” ujar Prabowo.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan menjadi ujung tombak penyaluran. KDMP merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Fungsi utama KDMP nantinya adalah menyalurkan seluruh jenis barang bersubsidi dari pemerintah langsung ke masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Hal ini juga sudah disampaikan Prabowo sebelumnya saat Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Menurut Prabowo, penyaluran subsidi melalui KDMP dilakukan untuk dua tujuan utama. Pertama, memastikan bantuan sampai ke orang yang tepat. Kedua, mencegah terjadinya penyimpangan distribusi.

Selama ini, Prabowo menyebut masih banyak kebocoran dalam rantai distribusi barang subsidi. Akibatnya, bantuan tidak sampai ke masyarakat yang benar-benar berhak.

“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus koperasi untuk menjaga amanah. “Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” ujar Prabowo.

Dengan skema KDMP, pemerintah berharap subsidi energi, pangan, hingga kebutuhan pokok lainnya bisa lebih terkontrol, transparan, dan akuntabel hingga ke tingkat desa.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi, sekaligus menekan praktik penyelewengan yang merugikan rakyat.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Suryakencana Bergemuruh: Ketika Musik Menyatukan Sukabumi, Air Mata, Nostalgia, dan Ribuan Jiwa yang Menyatu di Broken Versus Festival

Bisnisnews.net — Minggu malam berubah jadi sejarah. Lapang Suryakencana...

Pajak Kendaraan Kota Sukabumi Belum Tembus 65 Persen, Target 100 Persen Dikejar

Bisnisnews.net – Penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kota...

Muskorda III IJTI Sukabumi Raya Segera Digelar, Perebutan Kursi Ketua Mulai Menghangat

Bisnisnews.net – Pergantian kepemimpinan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)...

Hadiri KTT BRICS 2026, Prabowo Dorong Tata Kelola Global yang Lebih Adil dan Inklusif

Bisnisnews.net – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi...