Bisnisnews.net – Pendopo Kabupaten Sukabumi digeruduk puluhan mahasiswa, Selasa (12/5/2026). Aliansi BEM Nusantara Sukabumi Raya datang bawa rapor merah: SKPD dinilai lamban, masalah daerah numpuk. Target mereka satu: Bupati Asep Japar harus evaluasi total jajaran dinas.
Sayang, orang yang dituju tak ada di tempat. Sampai massa bubar, Asep Japar tak muncul. “Ini simbol pemerintah enggan dialog,” sentil Koordinator Lapangan aksi, Alip. Ia pastikan gelombang demo berikutnya bakal lebih besar kalau 9 tuntutan tak digubris.
Apa saja yang dituntut? Daftarnya panjang. BEM minta audit investigatif dana hibah APBD untuk lembaga non-struktural, termasuk Baznas, oleh BPK dan Inspektorat. Dinas Sosial diminta dievaluasi total. Nasib P3K Paruh Waktu yang tak jelas, klinik Cikembar mangkrak, hingga layanan RS Palabuhanratu yang timpang juga masuk daftar.
Mahasiswa juga sorot infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan se-Kabupaten Sukabumi yang butuh dibenahi menyeluruh. “Masalahnya konkret: gaji P3K digantung, IPM jalan di tempat. Butuh jawaban, bukan diam,” tegas Alip.
Tak cuma eksekutif yang kena semprot. Koordinator Wilayah Priangan Barat BEM Nusantara Jabar, Mahdi, kritik DPRD. “Fungsi kontrolnya di mana? Klinik terbengkalai, hibah tak transparan, kok bisa lolos? DPRD harus perketat pengawasan,” ucapnya saat orasi.
Aksi dijaga ketat polisi dan Satpol PP. Tak ada bentrok, tapi kekecewaan terasa. Bagi BEM, 9 poin itu harga mati. “Kalau Bupati dan DPRD tak ambil langkah strategis, kepercayaan publik ambruk. Kami siap aksi berjilid-jilid,” tutup Alip.
Sampai berita ini turun, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Sukabumi terkait tuntutan mahasiswa tersebut.***
Editor : M. Nabil
(Yosep)