Bisnisnews.net – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk meningkatkan pengawasan serta penanganan sampah di wilayah masing-masing. Instruksi tersebut disampaikan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Arahan itu diberikan saat pertemuan bersama jajaran camat, lurah, dan Dinas Lingkungan Hidup di Balai Kota Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bobby menegaskan bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya dibebankan kepada petugas kebersihan.
Ia meminta para camat dan lurah lebih aktif melakukan pembinaan kepada warga, termasuk mengedukasi masyarakat agar membiasakan memilah sampah serta tidak membuang sampah sembarangan.
“Penanganan sampah harus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan. Pemerintah wilayah harus hadir langsung memastikan lingkungannya tetap bersih dan tertata,” kata Bobby.
Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga akan memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha yang berada di kawasan jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani dan Bhayangkara. Melalui Dinas Satpol PP dan Damkar, para pelaku usaha akan diberikan surat edaran agar ikut menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat usahanya.
Para pelaku usaha juga diwajibkan menyediakan tempat sampah serta mengelola sampah organik secara mandiri. Mereka diminta mematuhi jadwal pembuangan dan pengangkutan sampah sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Bobby menuturkan, pengawasan rutin akan dilakukan oleh Satpol PP. Teguran akan diberikan kepada pihak-pihak yang melanggar aturan kebersihan sebagai langkah pembinaan agar tumbuh kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Sukabumi juga berencana menaikkan tarif retribusi sampah sekitar 50 persen. Sementara itu, sejumlah titik tempat pembuangan sampah sementara di kawasan jalan protokol akan ditutup dan dipindahkan ke lokasi lain.
Menurut Bobby, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota Sukabumi. Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kota yang sehat dan nyaman.
“Kebersihan kota harus menjadi budaya bersama. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga akan merasa lebih nyaman dalam beraktivitas,” tandasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil