Bisnisnews.net || Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 yang berlokasi di Jalan Parahita Nugraha RT 003 RW 005, Jalur Lingkar Selatan, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu pekerja dapur yang telah empat bulan bertugas sebagai pendistribusi ompreng mengungkapkan bahwa posisi tersebut memiliki tanggung jawab besar. Pendistribusi menjadi garda terdepan karena berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat di sekolah.
“Pendistribusi adalah ujung tombak dapur. Kami yang langsung bersentuhan dengan penerima manfaat. Jika ada keluhan atau masukan, biasanya pertama kali disampaikan kepada kami,” ujarnya. Selasa (2/3/2026).
Meski memegang peran strategis, ia mengaku bersyukur karena selama menjalankan tugas tidak menerima keluhan negatif. Justru sebaliknya, apresiasi datang dari para siswa maupun pihak sekolah.
“Alhamdulillah belum ada keluhan negatif. Banyak anak-anak sekolah dan pihak sekolah memberikan apresiasi atas pelayanan kami,” katanya.
Menurutnya, tanggung jawab dan komitmen menjaga kualitas menjadi prinsip utama dalam bekerja. Ia meyakini bahwa kualitas layanan yang baik akan berdampak positif, baik bagi perusahaan maupun karyawan.
“Kalau kualitas dapur semakin baik, maka dampaknya juga akan kembali kepada kami sebagai karyawan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai program MBG membawa dampak sosial yang nyata. Selain membantu pemenuhan gizi peserta didik, program ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Sekarang mencari pekerjaan tidak mudah. Tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, sering kali harus punya gelar. Dengan adanya dapur ini, ijazah bukan lagi penghalang,” ungkapnya.
Kendati demikian, proses perekrutan tetap dilakukan secara profesional melalui tahapan wawancara hingga tes kesehatan.
Keberadaan SPPG Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 menjadi bukti bahwa implementasi program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan serta memperkuat ketahanan sosial di daerah.***
Editor : M. Nabil
(DH)