Bisnisnews.net || Usaha kuliner bernama Tahu Pedas Si Kumang turut menyemarakkan pertumbuhan UMKM di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Usaha yang dirintis bersama oleh Rifki (26) dan Iki (25) tersebut mulai beroperasi sejak awal Ramadhan dan segera mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.
Tahu Pedas Si Kumang berlokasi strategis di dekat GOR, tepatnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Palabuhanratu. Lokasinya yang mudah dijangkau membuat usaha ini cepat dikenal, terutama oleh kalangan muda dan warga yang ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa.
Iki mengatakan bahwa usaha tersebut sebenarnya sudah lama mereka rencanakan. “Kami sebenarnya sudah lama ingin punya usaha sendiri, tapi belum benar-benar siap. Sekarang kami mulai dengan perhitungan yang matang dan langkah yang lebih yakin,” ujar Iki kepada Wartain.com saat dilokasi Jum’at (27/2/2026).
Mengusung konsep jajanan pedas dengan harga terjangkau, Tahu Pedas Si Kumang dibanderol mulai dari Rp3.500. Pembeli bisa mendapatkan tiga potong tahu dengan harga Rp10.000, sehingga cukup ramah di kantong berbagai kalangan.
Salah seorang pelanggan, Rena, mengaku menyukai cita rasa yang ditawarkan. “Rasanya enak, pedasnya terasa dan pas di lidah. Isinya juga banyak worth it sih ini,” kata Rena saat ditemui di lokasi.
Tahu Pedas Si Kumang hadir dengan tiga varian rasa, yakni Ayam Suwir, Ayam Bakso Cincang, dan Ayam Sosis. Perpaduan tekstur tahu yang lembut dengan isian gurih dan sensasi pedas menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli.
Sejak dibuka di awal Ramadhan, antusiasme masyarakat cukup baik. Meski masih dalam tahap merintis, usaha ini perlahan mulai menunjukkan perkembangan positif di tengah persaingan kuliner lokal.
Rifki menyampaikan bahwa mereka tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga ingin mengembangkan usaha secara legal dan berkelanjutan. “Ke depan kami berencana mengurus legalitas seperti NIB (Nomor Induk Berusaha) dan sertifikat halal agar usaha ini bisa lebih berkembang dan dipercaya masyarakat,” ucap Rifki.
Saat ini, omzet harian Tahu Pedas Si Kumang masih berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000. Meski belum besar, angka tersebut menjadi langkah awal yang optimistis bagi kedua pemuda tersebut.
Sebagai UMKM muda Palabuhanratu, Rifki dan Iki berharap usaha yang mereka rintis dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran pelaku usaha muda dinilai mampu memberikan warna baru dalam sektor kuliner daerah.
Dengan semangat kemandirian dan keberanian memulai, Tahu Pedas Si Kumang menjadi contoh bahwa UMKM lokal dapat tumbuh dari perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid. Mereka pun optimistis dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi Kabupaten Sukabumi ke depan.***
Editor : M. Nabil
(Ujeng)