Ramadan Berbalut Nuansa Tionghoa, China Town Odeon Jadi Magnet Takjil Warga Sukabumi

Date:

Bisnisnews.net || Senja di Jalan Pajagalan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menghadirkan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Di kawasan China Town Odeon, lampion-lampion merah bergantung rapi, berpadu dengan dekorasi khas Tionghoa yang mempertegas identitas tempat tersebut. Di bawahnya, belasan tenant UMKM sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti untuk mencari hidangan berbuka.

Bazar Ramadan yang digelar di lokasi ini tak hanya menawarkan ragam kuliner, tetapi juga pengalaman suasana yang unik. Mengusung konsep Chinese, seluruh produk yang dijajakan dipastikan halal sehingga pengunjung dapat berbelanja tanpa rasa khawatir.

Manajer Operasional Bazar Ramadan China Town, Yudi Prasetya, menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya berkomitmen menjaga aspek kehalalan makanan yang dijual.

“Konsepnya Chinese tapi halal kita tidak membuka atau menyediakan makanan non halal. Karena kami bekerjasama dengan UMKM lokal yang memang memiliki produk yang sudah teruji kehalalannya. Selain itu juga karena memang kita buka selesai pembangunan setelah menjelang puasa makanya kami membuka bazar Ramadan ini dengan tujuan mewadahi UMKM yang tidak memiliki outlet offline yang pada dasarnya jago di online nya,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Menurut Yudi, bazar ini menjadi jembatan bagi pelaku UMKM yang selama ini lebih dominan berjualan secara daring. Melalui kegiatan ini, mereka mendapat ruang untuk bertatap muka langsung dengan konsumen.

“Di offline nya kita akan bantu seperti membuka bazar ini dan acara live music dan beberapa acara lain kita akan bikin,” katanya.

Dari 15 lapak yang tersedia, 10 di antaranya telah terisi. Ia memperkirakan dalam waktu dekat seluruh tenant akan beroperasi penuh.

“Kita baru terisi di sini 10. Totalnya kan 15. Tapi kemungkinan besok sudah mulai full. Karena beberapa outlet sudah mempersiapkan equipment dan main powernya. Jadi belum siap semua karena memang dadakan. Tapi kami bekerjasama dengan salah satu vendor. Dan mungkin di hari kedua dan ketiga udah full,” jelasnya.

Pilihan menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari aneka minuman segar, gorengan, hingga makanan berat ala street food. Namun Yudi menilai daya tarik utama bukan semata pada variasi hidangan.

“Makanannya makanan sederhana sih seperti di street food lain. Cuma perbedaannya kami punya nuansa beda dibanding dengan tempat lain. Seperti halnya banyak lokasi-lokasi yang instagramable,” ucapnya.

Untuk menambah kemeriahan, panitia menyiapkan hiburan live music setiap akhir pekan. Bahkan, pertunjukan khusus direncanakan hadir di pertengahan Ramadan.

“Live music mungkin kita akan adakan di setiap weekend dan saya akan rencanakan di pertengahan puasa akan ada pertunjukan lain,” katanya.

Bazar dibuka mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00–22.00 WIB. Pengelola juga mempertimbangkan untuk memperpanjang jam operasional hingga waktu sahur, mengingat fasilitas pendukung seperti penerangan, toilet, dan mushola telah tersedia.

“Cuma kemungkinan juga kita buka sampai sahur. Mudah-mudahan bisa melayani pengunjung karena dari tingkat penerangan, PJU kita cukup memadai. Dan kita punya fasilitas mushola, toilet udah ada. Mushola kita ready beserta dengan DKM nya,” tuturnya.

Salah satu pengunjung, Nadia Putri (21), mengaku tertarik datang karena konsepnya yang berbeda dari bazar Ramadan pada umumnya.

“Menurut aku ini unik banget, konsepnya Chinese tapi semua makanannya halal. Jadi nggak ada rasa khawatir. Justru di sini terasa banget suasana Ramadan tapi dengan nuansa budaya yang berbeda,” ujarnya.

Ia pun mencoba beberapa menu yang menurutnya cukup menggugah selera. “menunya menarik, tadi saya coba beli dimsum mentai dan jajanan korean food,” tambahnya.

Bagi Nadia, keberadaan mushola di area bazar menjadi bukti bahwa penyelenggara memperhatikan kenyamanan pengunjung muslim. “Ini bukti kalau di Sukabumi toleransinya hangat. Kita bisa menikmati suasana budaya Tionghoa tapi tetap menjalankan ibadah dengan tenang. Rasanya adem aja lihatnya,” katanya.

Keramaian yang tercipta setiap sore menjadi gambaran antusiasme warga. Anak-anak muda, keluarga, hingga komunitas tampak berbaur menikmati suasana. Cahaya lampu saat senja, iringan musik, serta percakapan hangat antar pengunjung menghadirkan potret Ramadan yang penuh kebersamaan.

Di kawasan China Town Odeon, bazar ini bukan sekadar aktivitas ekonomi musiman. Ia menjadi ruang sosial tempat keberagaman dirayakan, memperlihatkan bahwa di Kota Sukabumi, tradisi dan toleransi dapat berjalan berdampingan dalam harmoni.***(RAF).

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bukit Panenjoan Puncak Damin: Surga Tersembunyi di Cibadak dengan Panorama 360 Derajat

Bisnisnews.net – Kabupaten Sukabumi tak pernah kehabisan spot alam...

Langit Mei Bergetar dan Bercahaya : Mengiringi Hadirnya Presiden Prabowo di KTT ASEAN ke 48

Oleh : Aam Abdul Salam/Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir...

Kepala DP3A: MTQ XLVII Sukabumi 2026 Bukan Sekadar Lomba, Tapi Fondasi Bangun Generasi Berakhlak

Bisnisnews.net – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)...

Mie Ayam Rp10 Ribu di Halaman Masjid Cisaat, Kuliner Sederhana yang Bikin Pelanggan Kembali Datang

Bisnisnews.net - Di sudut halaman Masjid Baiturrahman, aroma kuah...