Tabligh Akbar Kahpi, Pemkot Sukabumi Tekankan Persatuan Umat dan Kepedulian Lingkungan Jelang Ramadan

Date:

Bisnisnews.net || Menjelang datangnya bulan Ramadan, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kualitas ibadah. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar Majelis Taklim Kajian Ahad Pagi (Kahpi), Selasa (17/2/2026), di Masjid Baiturrahim, Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.

“Semua harus bersinergi agar hidup kita menjadi lebih baik. Bulan Ramadan sudah di depan mata. Ini menjadi bulan refleksi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah islamiyah,” ujarnya di hadapan ratusan jemaah yang memadati masjid.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, yang juga menjadi pembina Kahpi. Suasana tabligh akbar berlangsung khidmat, sekaligus menjadi momentum penguatan spiritual menjelang bulan suci.

Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan penghargaan kepada Majelis Taklim Kahpi yang dinilai konsisten menghadirkan kajian keislaman di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital saat ini.

“Di era digital ini jangan sampai generasi kita mudah mengeluh di media sosial. Cara mendidik anak harus lugas dan bijak. Boleh mengikuti perkembangan zaman sesuai usianya, tetapi penggunaannya harus dipantau. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan majelis taklim sangat penting sebagai ruang pembinaan karakter dan penanaman nilai agama, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Ia menilai, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman agama agar tidak berdampak negatif terhadap pembentukan mental generasi mendatang.

“Majelis seperti ini penting dalam membentuk karakter umat, memperluas wawasan keislaman, sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang menyejukkan. Kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara akhlak dan spiritual,” ungkapnya.

Bobby juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung aktivitas keagamaan lintas agama. Menurutnya, ruang dialog dan dakwah harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat 26 indikator pembangunan daerah yang merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, salah satunya berkaitan dengan toleransi dan kerukunan umat beragama.

“Alhamdulillah, Kota Sukabumi saat ini menempati peringkat pertama sebagai kota tertoleransi di Provinsi Jawa Barat, dan peringkat keenam secara nasional. Ini patut kita syukuri bersama,” katanya.

Ia menambahkan, predikat tersebut memberi dampak positif terhadap pertumbuhan investasi, peluang usaha, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau indikator strategis seperti angka pengangguran, tingkat kemiskinan, dan pendapatan asli daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby menyinggung persoalan sampah yang menjadi tantangan serius di Kota Sukabumi. Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ramadan bukan hanya membersihkan diri dan pikiran, tetapi juga lingkungan. Saat ini, sampah yang masuk ke TPA Cikundul mencapai 183 hingga 187 ton per hari. Kapasitas TPA Cikundul diperkirakan hanya mampu bertahan satu sampai satu setengah tahun lagi,” jelasnya.

Ia mengimbau warga mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Mulai dari rumah masing-masing. Pisahkan sampah organik dan nonorganik. Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, sementara yang nonorganik bisa dijual ke bank sampah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bisa bernilai ekonomi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan, Pemerintah Kota Sukabumi juga rutin menerima kunjungan anak-anak PAUD dan TK untuk menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini.

Tabligh akbar kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Subki Al-Bughuri. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani agar ibadah selama Ramadan dapat dijalankan dengan maksimal. Menurutnya, kesehatan adalah nikmat berharga yang kerap terlupakan, padahal menjadi modal utama dalam beribadah.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Pertamax Resmi Naik Rp3.950/Liter Mulai 10 Juni 2026, Dari Rp12.300 Jadi Rp16.250

Bisnisnews.net – Pertamina resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar...

Bupati Asep Japar Turun Langsung Tinjau Jalan Rusak, Verifikasi Pangkalan-Kalapanunggal Hingga Parungkuda-Bojongpari

Bisnisnews.net – Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau sejumlah ruas...

Kapolres Sukabumi AKBP Samian Tegaskan Sinergi Forkopimda, Kunci Jaga Stabilitas dan Pembangunan Daerah

Bisnisnews.net – Menjaga keharmonisan, memperkuat kerja sama, dan memastikan...

Menggugat Angkara Oligarki: Seruan Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata), Membela Kedaulatan Rupiah dan Jiwa Bangsa

Bisnisnews.net || Secara filosofis, sebuah bangsa bukan sekadar hamparan...