Kemantapan Jalan Provinsi di Sukabumi Baru 84,86 Persen, Perbaikan Terkendala Pasokan Aspal

Date:

Bisnisnews.net || Kondisi sejumlah ruas jalan provinsi di Kota dan Kabupaten Sukabumi pada awal 2026 masih belum sepenuhnya mulus. Di beberapa titik, pengguna jalan masih menjumpai lubang hingga badan jalan yang mengalami penurunan atau amblas.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Harry Kuswian, menyampaikan bahwa situasi tersebut tidak lepas dari kendala teknis di awal tahun, khususnya terkait ketersediaan aspal.

“Kita baru berhenti kalau memang produksi aspal tidak ada. Contoh di awal tahun ini mungkin agak sedikit (perbaikan) karena kita harus mengambil produksi jauh. Jadi terkendala,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, produksi aspal dari Asphalt Mixing Plant (AMP) di wilayah Sukabumi umumnya kembali berjalan normal sekitar Maret. Kondisi ini membuat pekerjaan perbaikan pada awal tahun tidak bisa dilakukan secara optimal, meskipun upaya penanganan darurat tetap dilakukan.

“Karena biasanya AMP aspal yang ada di Sukabumi ini produksinya biasanya di sekitar bulan Maret mungkin. Tapi kita tetap berjalan untuk penambalan atau penanganan jalan rusak,” katanya.

Sepanjang 2025, pihaknya telah merealisasikan perbaikan dan pemeliharaan jalan provinsi sepanjang kurang lebih 35 kilometer yang tersebar di berbagai titik di Sukabumi. Untuk pekerjaan tersebut, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp200 miliar.

“Yang dilaksanakan dengan paket (perbaikan jalan) itu ada 35 kilometer untuk totalnya tersebar di beberapa titik. Kalau anggaran perbaikan di Sukabumi itu kurang lebih habis di angka Rp200 miliar,” jelas Harry.

Selain persoalan pasokan material, kondisi geografis Sukabumi juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa ruas jalan berada di kawasan dengan karakter tanah labil dan rawan pergerakan, sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif.

“Banyak gangguan di kita itu banyak lokasi (jalan) yang rawan tanah bergerak. Yang jelas di semua ruas kita tetap berupaya (melakukan perbaikan dan perawatan),” tuturnya.

Dari total panjang jalan provinsi di wilayah Sukabumi yang mencapai sekitar 347 kilometer, tingkat kemantapan saat ini berada di angka 84,86 persen. Angka tersebut diakui masih lebih rendah dibandingkan capaian di wilayah UPTD lain di Jawa Barat.

“Untuk masalah kemantapan di jalan provinsi ini kurang lebih di 84,86 persen, jadi masih jauh tertinggal dari jalan provinsi lain di wilayah UPTD lain,” pungkasnya.

Dengan proyeksi produksi aspal yang kembali normal pada Maret, pemerintah berharap percepatan perbaikan dapat segera dilakukan agar kualitas dan kenyamanan jalan provinsi di Sukabumi semakin meningkat.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Berangkat Nonprosedural, PMI Asal Sukabumi Koma di Arab Saudi, Pemkot Lakukan Pendampingan

Bisnisnews.net - Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengambil langkah penanganan...

Usai Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan ABPEDNAS, SMSI Bergerak Bentuk Pokja News Room Jaga Desa

Bisnisnews.net - Komitmen SMSI dalam mengimplementasikan perjanjian kerja sama...

PMI Asal Sukabumi Koma di Arab Saudi, Keluarga Minta Bantuan Pemulangan

Bisnisnews.net - Evi Mentari (37), seorang Pekerja Migran Indonesia...

FOKAP Desak Kemendagri Buka Data Pemda Terkait Gaji PPPK, Khawatir Ada Daerah Sengaja Tak Mengajukan

Bisnisnews.net – Forum Komunikasi ASN PPPK (FOKAP) meminta  Kementerian...