Bisnisnews.net || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki skema khusus selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M. Dalam rapat koordinasi yang digelar Jumat, 13 Februari 2026, jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan sejumlah poin penting terkait distribusi, pengawasan, hingga tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menekankan bahwa distribusi penerima manfaat kategori 3B harus mulai diprioritaskan. Selain itu, ia menyoroti masih adanya permasalahan dan perilaku kurang baik dari sejumlah Kepala SPPG yang perlu segera dibenahi.
“Ka SPPG harus mampu mengatur manajemen SPPG dengan baik mencakup semua lini. Jika ada mitra yang melakukan mark up harga, Ka SPPG dapat menegur langsung. Bila tidak ada perubahan, segera buat laporan disertai data yang valid,” tegasnya.
Direktur Manajemen Risiko (Dir Manrisk) BGN menyampaikan bahwa distribusi MBG selama Ramadan merujuk pada Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026. Pendistribusian MBG Ramadan akan dimulai pada 23 Februari 2026.
Adapun pada tanggal 16–21 Februari 2026 tidak dilakukan pendistribusian reguler, karena dimanfaatkan untuk peningkatan fasilitas dapur serta pemeliharaan kebersihan SPPG. Namun demikian, MBG tetap diberikan kepada:
Seluruh penerima manfaat di daerah mayoritas masyarakat tidak berpuasa, baik kategori 3B maupun peserta didik, dengan waktu pengiriman normal. Bagi peserta didik yang berpuasa, diberikan dalam bentuk kemasan sehat.
Para santri yang tinggal di pondok pesantren dan siswa boarding school di daerah mayoritas berpuasa. Distribusi dilakukan sore hari menjelang berbuka, dengan proses memasak pada siang hari.
Dir Manrisk juga menegaskan bahwa makanan selama Ramadan harus berasal dari masakan dapur maupun UMKM, serta tidak disarankan menggunakan kemasan ultra processed food (UPF). Untuk menu kering, SPPG diwajibkan menyiapkan dua totebag dengan warna berbeda. Sementara itu, paket bundling di bulan Ramadan dibatasi maksimal tiga hari.
Dari Biro Umum dan Keuangan, setiap SPPG diminta segera melakukan approval transaksi pada virtual account (VA) serta melaporkan saldo harian VA secara rutin kepada SMO.
Sementara itu, pada jalur II, rapid test kit dan parameter pendukung lainnya akan dibagikan secara bertahap kepada SPPG. Pelatihan Training of Trainers (ToT) dari Dinas Kesehatan Provinsi dijadwalkan berlangsung secara daring pada 18 Februari, dilanjutkan pelatihan bagi PLO Gizi pada 19 Februari. Ke depan, tenaga kesehatan dari Puskesmas akan ditugaskan memberikan pelatihan rutin kepada PLO Gizi di setiap SPPG.
Seluruh detail teknis pelaksanaan MBG Ramadan diminta untuk dipahami melalui SE Nomor 3 Tahun 2026 dan materi paparan yang telah dibagikan kepada seluruh pengelola.
Menanggapi arahan tersebut, Rizal selaku PIC Dapur SPPG Ciemas 02 menyatakan kesiapan penuh dalam menjalankan seluruh instruksi BGN.
“Kami selaku pengelola mitra SPPG Ciemas 02 sangat menerima instruksi dan arahan terkait pelaksanaan MBG di bulan suci Ramadan. Setelah mengikuti zoom meeting bersama BGN, kami memahami aturan yang telah diedarkan dan siap melaksanakannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan persiapan mulai dari penataan manajemen hingga peningkatan kebersihan dan kelayakan dapur. Pembersihan rutin dilakukan guna memastikan standar higienitas terpenuhi. Selain itu, menu untuk penyaluran selama Ramadan juga telah dipersiapkan sesuai ketentuan.
Dengan penguatan manajemen, pengawasan, serta kepatuhan terhadap regulasi, BGN berharap pelaksanaan Program MBG selama Ramadan tetap berjalan optimal, tepat sasaran, dan menjaga kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.***
Editor : M. Nabil
(IFU)