Bisnisnews.net || Warga Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas di aliran Sungai Curug Darismin pada Jumat (9/1/2026) malam. Kondisi jasad yang ditemukan di sungai tersebut sempat menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian membenarkan adanya temuan jasad sekitar pukul 23.00 WIB. Ia menyebutkan, jenazah langsung dievakuasi oleh petugas kepolisian dan akan menjalani pemeriksaan medis berupa autopsi di RS Bhayangkara Kota Sukabumi.
“Setelah menerima laporan dari warga, anggota kami segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP. Autopsi dilakukan untuk kepentingan penyelidikan,” ujar AKP Taufick, Jumat (9/1/2026).
Penemuan bermula saat dua warga, Saepul Rohman (43) dan Ikoh (52), tengah mencari ikan di sekitar curug dengan bantuan senter. Saat menyusuri aliran sungai, keduanya melihat benda mencurigakan mengapung di permukaan air.
“Awalnya dikira benda biasa, namun setelah didekati ternyata jasad manusia,” ungkapnya.
Kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan sempat memunculkan kabar bahwa korban ditemukan tanpa kepala. Namun informasi tersebut ditepis oleh Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono.
Ia memastikan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri, jasad korban dalam kondisi utuh.
“Tubuh korban lengkap, kepalanya ada. Hanya terdapat kerusakan di bagian tengkorak akibat kondisi jenazah. Penjelasan detail nantinya akan disampaikan oleh dokter forensik,” jelas AKP Hartono, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, posisi jasad yang telungkup serta minimnya pencahayaan saat ditemukan menjadi faktor munculnya dugaan keliru di masyarakat. Selain itu, kondisi tubuh korban yang sudah lama berada di air juga menyulitkan identifikasi awal di lokasi kejadian.
Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui karena tidak ditemukan tanda pengenal maupun pakaian di sekitar lokasi. Polisi masih mendalami kasus tersebut dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sambil menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang.*** (RAF)
Editor : M. Nabil