Bisnisnews.net – Siapa sangka halaman rumah yang gersang bisa disulap menjadi pundi-pundi jutaan rupiah. Hal itu dibuktikan Iyeh Solehudin (69), warga Kp. Panggelesran RT 03 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Berbekal hobi yang ditekuninya sejak 1983, pengurus RUBI Cabang Sukabumi ini kini memiliki 250 pohon bonsai yang berjajar rapi di halaman rumah mungilnya.
“Awalnya cuma hobi manual ortodok, baru serius budidaya sejak 2010-an karena lihat halaman rumah gersang,” kata Iyeh saat ditemui di sentra bonsainya, Sabtu (26/9/2026).
Pohon pertamanya pun sederhana, hanya beringin yang ia pungut dari pinggir jalan raya. Dengan ketelatenan, beringin itu ia kerdilkan hingga menjadi bonsai cantik bernilai jual.
Kini, koleksinya mencapai 10 varian, mulai dari Beringin (Ficus benjamina), Bougenville, Sinensis, hingga yang menjadi primadona, Bonsai Serut (Streblus asper).
“Serut ini unggulan, kayu keras, warna batang eksotis, tahan panas. Harganya bisa sampai Rp30 juta,” ungkapnya.
Untuk pasaran, Iyeh membanderol bonsainya mulai Rp500 ribu hingga Rp30 juta, tergantung tingkat kesulitan dan seni pembentukannya. Omzet jutaan rupiah pun rutin ia kantongi tiap bulan.
Menurutnya, bonsai bukan sekadar menanam pohon dalam pot. Seni asal Jepang ini adalah duplikat keindahan alam dalam skala miniatur yang butuh filosofi dan kesabaran ekstra.
“Bonsai itu seni yang menggabungkan estetika dan filosofi. Bentuknya beragam, disesuaikan ketinggian, gaya, dan jumlah tanaman. Jadi harus telaten,” jelasnya.
Ia menilai, bonsai di Indonesia sudah menjadi industri kreatif yang menjanjikan.
“Pohon yang tadinya cuma tunggul tidak berguna, kalau di tangan penggemar bonsai dengan ilmu dan kesabaran bisa bernilai ekonomi sangat tinggi,” pungkasnya.***
Editor: M. Nabil
(Aab)