GPM Digelar Keliling hingga Desember, Pemkot Sukabumi Jaga Harga Pangan

Date:

Bisnisnews.net — Pemerintah Kota Sukabumi terus memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) ke sejumlah wilayah sebagai salah satu langkah menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.

Program yang digelar secara bergiliran tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Dalam setiap pelaksanaannya, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, keberadaan GPM di berbagai wilayah diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Bobby menyampaikan hal tersebut saat meninjau GPM Minggu IV September 2026 di Lapang Renyah, Kelurahan Subangjaya, Kamis (24/9/2026).

Peninjauan turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Camat Cikole, serta Lurah Subangjaya.

Menurut Bobby, beberapa komoditas yang tersedia dalam GPM memiliki perbedaan harga hingga sekitar Rp4.000 jika dibandingkan dengan harga di pasaran.

“Gerakan Pangan Murah ini terus berjalan sampai Desember 2026 dan dilaksanakan secara road show di berbagai wilayah Kota Sukabumi,” kata Bobby.

Ia menjelaskan, program tersebut bukan hanya berkaitan dengan penyediaan bahan pangan murah. GPM juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak perubahan harga komoditas terhadap pengeluaran rumah tangga.

“Pelaksanaan GPM juga berkaitan dengan upaya pemerintah daerah mengendalikan inflasi. Stabilitas harga bahan pangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat sekaligus perkembangan inflasi daerah,” kata Bobby.

Pelaksanaan GPM dilakukan oleh DKP3 Kota Sukabumi dan masih mendapat dukungan melalui insentif fiskal. Dengan konsep road show, kegiatan tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi berpindah ke sejumlah wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Bobby berharap masyarakat dapat memanfaatkan GPM untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari, terutama ketika terdapat komoditas yang ditawarkan dengan harga lebih rendah dari pasaran.

“Selain memberikan manfaat kepada konsumen, GPM menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan, harga komoditas, dan daya beli masyarakat. Upaya tersebut dilakukan agar gejolak harga pangan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap pengeluaran rumah tangga,” ucap Bobby.

Pelaksanaan GPM akan terus dilakukan hingga akhir 2026. Pemerintah daerah menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi untuk menjaga keterjangkauan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Sukabumi.

“Program tersebut sekaligus memperkuat intervensi pemerintah daerah terhadap kebutuhan pangan masyarakat di tengah dinamika harga komoditas,” pungkasnya.***(RAF)

Editor: M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Studi Lapangan LAN RI di Kota Sukabumi, Peserta Gali Praktik Tata Kelola Pemerintahan

Bisnisnews.net — Sejumlah peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VII...

Jeritan Petani di Hari Tani Nasional: Produksi Anjlok, Biaya Melambung

Bisnisnews.net - Di tengah peringatan Hari Tani Nasional, jeritan...

Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra 23,2%, PDIP 11,6%, Golkar 10,4%

Bisnisnews.net - Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei...

FSKS se-Kabupaten Sukabumi Dilantik, Dorong Penguatan Program Kecamatan Sehat

Bisnisnews.net – Kepengurusan Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) se-Kabupaten...