Bisnisnews.net — Warga Desa Sudajayagirang, Kecamatan Sukabumi, khususnya kawasan Selabintana Wetan akan segera memiliki Masjid Jami baru. Lebih istimewa, masjid ini akan dibangun dengan konsep “Masjid Wisata” dan seluruh pembiayaannya berasal dari para donatur di Qatar, Timur Tengah.
Kabar tersebut disampaikan Kepala Desa Sudajayagirang, Edi Juarsah, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).
Perjuangan Panjang Sejak Awal 2026
Menurut Edi, rencana pembangunan masjid ini sudah digagas sejak awal tahun 2026 bersama para tokoh desa. Salah satunya Dr. H. Unang Sudarma, S.H., M.Si yang juga menjabat Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi.
“Sejak awal tahun 2026 Kami bersama para tokoh di Desa Sudajayagirang ini diantaranya, salah satunya adalah Aang Dr. H. Unang Sudarma. SH. M.Si. Juga yang Kami kenal sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi. Diawal tahun itu Kami sudah memikirkan dan merencanakan adanya sebuah Masjid Jami yang representatif di Kedusunan Selabintana Wetan,” ujar Edi.
Alasannya sederhana. Populasi umat Muslim di wilayah Selabintana terus bertambah, namun sarana ibadah yang representatif belum tersedia.
Lahan seluas 1000 M2 milik KUD Makmur pun sudah disiapkan. Proposal juga sudah disebar ke berbagai pihak. Namun hingga pertengahan tahun, dana yang diharapkan belum juga terkumpul.
Jalan Terbuka Lewat Jaringan Donatur Qatar
Titik terang muncul tiga bulan lalu. Edi bersama tim bertemu Abah Hamzah, jurnalis senior PWI Kabupaten Sukabumi yang bersedia membantu menyalurkan proposal.
Abah Hamzah kemudian membawa proposal itu kepada H. Cecep, yang memiliki jaringan baik dengan para sultan dan pengusaha di Qatar dan Makkah. H. Cecep dibantu Dedy, Iwan, dan Jamal.
“Terus terang, karena kedekatan dengan mereka saja, Saya berani mengajukan bantuan untuk pembangunan mesjid di Selabintana itu. Semua saya ajukan atas nama pribadi tidak mengatasnamakan siapapun,” ungkap H. Cecep.
Uniknya, para donatur di Qatar selama ini fokus membantu Palestina dan Afrika. Namun setelah mendengar kondisi minimnya sarana ibadah di Selabintana, mereka merespon baik. Dana yang disalurkan berasal dari usaha pribadi dan zakat fisabilillah.
Sebagai bentuk keseriusan, pihak Qatar mengutus Abed S Baghazal sebagai verifikator untuk meninjau langsung kelayakan lahan.
Lahan Wakaf dari KUD Makmur
Dr. H. Unang Sudarma selaku Ketua KUD Makmur menjelaskan, lahan untuk masjid berasal dari aset KUD. Sebanyak 1000 M2 diwakafkan ke Pemdes Sudajayagirang dan 800 M2 dihibahkan ke Koperasi Desa Merah Putih.
Penyerahan dilakukan saat Rapat Musyawarah Luar Biasa pada Mei 2026, dihadiri seluruh unsur terkait dan warga.
“Kami juga sangat bersyukur manakala di daerah wisata ini dibangun sebuah masjid yang representatif, diharapkan bukan saja bermanfaat bagi warga setempat tapi bermanfaat juga buat para wisatawan yang berkunjung ke Selabintana,” kata Unang.
Masjid yang akan dibangun berukuran 20 M x 30 M di atas tanah wakaf tersebut. Bernama “Masjid Wisata Muslim Selabintana” ini, diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan ibadah warga, tetapi juga menjadi ikon religi baru bagi para wisatawan yang datang ke kawasan wisata Selabintana.***
Editor : M. Nabil
(HMZ)