Bisnisnews.net – Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Kampung Paragajen, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Untuk memperingati HUT RI ke-81, masyarakat setempat menggelar syukuran dengan kegiatan “mancing bareng” di Sungai Cikolawing.
Kegiatan yang dimulai sejak 17/08/2026 ini tidak hanya berlangsung satu hari. Rencananya acara mancing bersama ini akan terus digelar selama beberapa hari bahkan hingga beberapa minggu ke depan.
Kemeriahan terpancar jelas di wajah para pemancing. Sambil duduk di pinggir sungai, mereka menikmati suasana, bercanda, dan menunggu umpan disambar ikan. Bagi warga, ini bukan sekadar hiburan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cara warga mengaktualisasikan makna kemerdekaan. Gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur menjadi inti dari syukuran sederhana di aliran Sungai Cikolawing tersebut.
Ditemui di sela-sela kegiatan, Obar Mahendra warga Kp. Pasirbentik mengungkapkan bahwa mancing di sungai sudah menjadi kegiatan rutin tahunan setiap momen Agustusan di kampungnya.
“Ya warga di sini secara gotong royong membendung sungai secara sederhana. Setelah airnya tenang, baru kita tanami ikan mas, mujair, dan lele,” ungkap Obar.
Menurutnya, proses penebaran ikan dilakukan beberapa hari sebelum 17 Agustus. Jadi saat hari kemerdekaan tiba, sungai sudah siap untuk dipancing bersama oleh warga.
Menariknya, kegiatan mancing ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Semua warga bebas ikut serta tanpa ada pungutan.
“Walaupun ada beberapa pemancing yang berdonasi, tapi sumber utama dananya justru dari para donatur luar. Mereka sengaja ingin berbagi kemeriahan HUT RI bersama kami,” jelas Obar.
Donatur dari luar desa biasanya menyumbang berupa ikan, makanan, hingga perlengkapan kecil untuk warga. Hal ini membuat suasana semakin meriah dan penuh kekeluargaan.
Senada dengan Obar, Pudin pemancing asal Kp. Sinagar mengatakan kegiatan ini adalah hal yang paling dinanti setiap tahun.
“Ini yang paling kami nanti-nanti. Setiap ada momen Agustusan, pasti ada mancing bareng di Cikolawing,” kata Pudin sambil melempar kailnya.
Bagi Pudin, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi. Warga dari kampung berbeda bisa bertemu, ngobrol, dan tertawa bersama tanpa memikirkan status atau pekerjaan.
“Untuk mengisi peringatan kemerdekaan, bagi kami cukup dengan mancing di sungai. Sudah bisa ketawa, bisa kumpul, itu sudah merdeka rasanya,” ujarnya sambil tersenyum.
Anak-anak, bapak-bapak, hingga para pemuda terlihat larut dalam suasana. Ada yang serius memancing, ada pula yang hanya duduk ngopi sambil menyaksikan teman yang dapat ikan.
Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi inisiatif warga. Menurut mereka, kegiatan sederhana seperti ini justru menumbuhkan nilai gotong royong dan persatuan yang sesuai dengan semangat kemerdekaan.
Dengan cara yang sederhana namun penuh makna, warga Kp. Paragajen membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan tidak harus mewah. Cukup dengan kebersamaan di Sungai Cikolawing, semangat HUT RI ke-81 terasa hidup dan membumi. Dirgahayu Indonesia!***
Editor : M. Nabil
(Aab)