Jaringan Aktivis Sumut: Dukung Program Prabowo, Tapi Harus Sampai ke Akar Rumput

Date:

Bisnisnews.net  – Gelombang dukungan untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini datang dari simpul-simpul masyarakat sipil di Sumatera Utara.

Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, bersama puluhan aktivis dari berbagai latar belakang menyatakan sikap mendukung arah kebijakan pemerintah pusat. Namun mereka menekankan satu catatan penting: program harus benar-benar dirasakan masyarakat di daerah.

Dukungan Lintas Komunitas

Deklarasi ini bukan hanya dari satu kelompok. Jaringan yang hadir sangat beragam, mulai dari aktivis sosial, ekonomi kerakyatan, buruh perkebunan, nelayan, petani, pemuda, pegiat budaya, hingga komunitas pesantren dan pencak silat.

Beberapa nama yang turut menyatakan dukungan antara lain Tri Heru Wardoyo selaku Koordinator Jaringan Organisasi Rakyat se-Sumatera, Riswan Pulungan dari Masyarakat Madani Sumbagut, Sugieh Siswanto dari jaringan buruh perkebunan Sumut, dan M. Yamin dari serikat nelayan dan tani Pantai Timur.

Dari ranah sipil dan elektoral hadir Fadhil Azhar dan Putra Irdiansyah. Sementara dari dunia pesantren ada Edi Syahputra Siregar, Ketua Umum Alumni Pesantren Darul Arafah Raya. Komunitas kreatif, budaya, dan olahraga juga ikut, seperti Nuel Indrapraja Hutagalung, Budiono, Feri Setiawan, dan M. Nur Affandi Tarigan.

Pemerintah Butuh Mitra di Lapangan

Anto mengatakan, dukungan ini lahir karena ada harapan besar agar program-program pemerintah bisa mengangkat kesejahteraan rakyat.

Isu utama yang disorot adalah ekonomi kerakyatan. Sumut punya kekuatan besar di sektor perkebunan, pertanian, perikanan, UMKM, dan industri kreatif.

“Kelompok buruh, tani, dan nelayan tidak boleh hanya jadi objek. Mereka harus punya ruang lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional,” ujar Anto.

Dari Kebijakan ke Dampak Nyata

Para aktivis sepakat, membuat kebijakan di Jakarta itu penting. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kebijakan itu diterjemahkan di desa, di pasar, di pelabuhan, dan di pesantren.

Mereka menawarkan diri menjadi jembatan. Jaringan sipil yang setiap hari bersentuhan dengan masyarakat bisa menyalurkan aspirasi, mengawal program, dan memberi masukan jika ada yang melenceng di lapangan.

Ekonomi, Budaya, dan Karakter

Dukungan ini juga menyentuh aspek non-ekonomi. Kehadiran jaringan alumni pesantren, pegiat budaya, dan pencak silat menunjukkan bahwa pembangunan juga menyangkut karakter bangsa.

Menurut Feri Setiawan dari Asosiasi Pencak Silat Sumut, pembinaan generasi muda lewat olahraga dan budaya lokal adalah bagian dari penguatan SDM yang sejalan dengan visi pemerintah.

Edi Syahputra Siregar dari jaringan alumni pesantren menambahkan, nilai spiritualitas dan pendidikan karakter harus jadi pondasi agar pembangunan tidak kering dari nilai kemanusiaan.

Kritik Konstruktif, Bukan Sekadar Seremonial

PPJNA 98 menegaskan, dukungan ini bukan dukungan kosong. Mereka mendorong agar masyarakat sipil diberi ruang untuk mengkritisi dan mengawasi.

“Dukungan terbaik adalah dengan terlibat. Mengawal, mengingatkan, dan memastikan program sampai ke orang yang tepat,” kata Anto.

Sumut Punya Modal Sosial Kuat

Riswan Pulungan menyebut, Sumut memiliki modal sosial yang besar. Setiap jaringan punya akses langsung ke komunitasnya masing-masing.

Jaringan buruh tahu persoalan di pabrik dan kebun. Jaringan nelayan paham soal harga dan distribusi. Jaringan pemuda dan budaya tahu kebutuhan anak muda di daerah.

Modal ini, kata dia, harus dimanfaatkan pemerintah agar kebijakan tidak jalan sendiri.

Harapan ke Pemerintahan Prabowo

Secara keseluruhan, para aktivis ini ingin pemerintahan Prabowo fokus pada 3 hal: membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperluas akses pasar untuk usaha kecil.

Mereka juga berharap stabilitas politik dan sosial di daerah tetap terjaga, agar agenda pembangunan bisa berjalan tanpa gangguan.

Ajak Masyarakat Ikut Ambil Peran

Di akhir pertemuan, Anto mengajak seluruh elemen masyarakat Sumut untuk tidak menjadi penonton.

“Pemerintah dan rakyat harus jalan bareng. Dukung kalau baik, kritik kalau perlu. Karena tujuan akhirnya sama: membuat kebijakan nasional jadi manfaat nyata untuk rakyat Sumut,” pungkasnya.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna, ini Agendanya!

Bisnisnews.net - Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mewakili Bupati...

PLN UP3 Sukabumi dan YBM PLN Tebar “Berbagi Cahaya” di Desa Sukamaju Kadudampit

Bisnisnews.net – Tidak hanya menyalurkan listrik, PLN juga hadir...

Listrik Masuk Desa, 2.930 Rumah di Jabar Nikmati Terang Semester I 2026

Bisnisnews.net – Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT PLN...

Modal Konsistensi Rasa Gula, Usaha Cincau Cendol Gerobakan di Sukabumi Ini Bertahan 4 Dekade

Bisnisnews.net - Konsistensi dan kualitas rasa menjadi kunci utama...