Bisnisnews.net – Dukungan terhadap Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati terus menguat. Selain dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat, kini giliran 10 kabupaten/kota di wilayah perbatasan Jabar dan Jateng yang menyatakan komitmennya.
Hal itu disampaikan Manager Corporate Secretary PT BIJB, Imam Rasyidin. Menurutnya, deklarasi dukungan akan digelar pada Senin, 27 Juli 2026.
“Insya Allah nanti tanggal 27 Juli, Senin depan ada 10 kabupaten/kota di wilayah perbatasan, Jawa Barat dan Jawa Tengah, akan mendeklarasikan dukungan penuh kepada Bandara Kertajati,” kata Imam, Jumat 24/07/2026.
Ke-10 daerah yang akan ikut deklarasi terdiri dari 8 wilayah di Jawa Barat dan 2 wilayah di Jawa Tengah. Dari Jabar ada Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
Sementara dari Jawa Tengah diwakili oleh Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes. Kedua daerah ini berbatasan langsung dengan wilayah timur Jawa Barat.
Tujuan utama deklarasi bersama ini adalah untuk mendukung operasional Bandara Kertajati, khususnya dalam melayani penerbangan reguler, haji, dan umrah. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat konektivitas transportasi di wilayah perbatasan kedua provinsi.
Imam menyebut, melalui deklarasi ini ke-10 daerah berkomitmen untuk menggerakkan potensi masing-masing.
“Mereka akan mengoptimalkan semua sumber daya yang ada di 10 kabupaten/kota ini untuk mendukung Bandara Kertajati,” ucapnya.
Bentuk dukungan itu bisa berupa promosi, penyediaan akses transportasi, hingga mendorong masyarakat di daerahnya menggunakan Bandara Kertajati sebagai pintu keberangkatan.
Dengan bergabungnya 10 kabupaten/kota ini, PT BIJB berharap traffic penumpang di Kertajati bisa meningkat signifikan. Selama ini salah satu tantangan bandara adalah tingkat okupansi penerbangan yang belum optimal.
Imam menambahkan, sinergi antar daerah sangat penting agar Bandara Kertajati benar-benar menjadi hub penerbangan untuk wilayah Ciayumajakuning dan sekitarnya.
“Bandara ini bukan hanya milik Majalengka, tapi milik Jawa Barat dan juga wilayah penyangga di Jateng. Karena itu dukungan bersama ini sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Deklarasi 27 Juli mendatang akan menjadi momentum awal. Setelah itu, PT BIJB dan pemerintah daerah akan merumuskan langkah konkret untuk menghidupkan rute dan meningkatkan jumlah penerbangan.
Jika berjalan sesuai rencana, dukungan dari 10 daerah ini diyakini bisa menjadi titik balik kebangkitan Bandara Kertajati sebagai bandara internasional kebanggaan masyarakat Jawa Barat.***
Editor : M. Nabil
(Aab)