Bisnisnews.net – Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) terus berupaya meningkatkan keselamatan para nelayan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pesisir. Organisasi nirlaba tersebut menggelar program pemberdayaan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Program ini melibatkan nelayan beserta keluarganya sebagai bagian dari upaya membangun perubahan budaya keselamatan di laut.
Program bertajuk Fisherwomen as Agents of Change (FAOC) ini dirancang dengan prinsip bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab nelayan. Keluarga juga harus berperan melalui edukasi, perlindungan kerja, dan peningkatan kemampuan ekonomi.
Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Bidang Riset GISLI, Orima Melati Davey, menjelaskan rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang saling berkaitan.
“Hari pertama kami fokus pada keselamatan jiwa dan keselamatan kerja. Selanjutnya kami akan melanjutkan dengan penguatan keselamatan ekonomi keluarga nelayan agar manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Pada tahap awal, para peserta mendapatkan pelatihan keselamatan berlayar, simulasi penyelamatan diri saat terjadi kecelakaan di laut, hingga penanganan kebakaran kapal.
Edukasi tersebut diberikan bersama PPN Palabuhanratu dan Syahbandar agar nelayan memiliki kemampuan menghadapi kondisi darurat ketika melaut.
Selain aspek keselamatan, GISLI juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Langkah ini dilakukan karena nelayan dinilai memiliki kerentanan terhadap berbagai tindak kejahatan lintas laut, termasuk penyelundupan.
Pada hari berikutnya, peserta akan mengikuti pelatihan *pengembangan usaha, legalitas produk, pemasaran digital, hingga pengolahan hasil perikanan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Satker BBP3KP.
Melalui FAOC, GISLI berharap nelayan dan keluarga pesisir tidak hanya lebih aman saat melaut, tetapi juga memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.***
Editor : M. Nabil
(Aab)