Seruan PPJNA 98 dan Mejelis Sholawat: Jihad Spiritual Bersama Presiden Prabowo Bersihkan Korupsi dan Mafia Birokrasi

Date:

Bisnisnews.net – Momentum Muharam bukan sekadar pergantian angka pada kalender, melainkan sebuah seruan eksistensial untuk melakukan gerakan spiritual (hijrah). Di hari ke-25 Gema Muharam, resonansi spiritual ini berdenyut kencang melalui kolaborasi erat PPJNA 98, Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, Rumah Literasi Merah Putih, dan Sinergi Media Merah Putih. Dari sudut pandang filsafat dan spiritualitas, gerakan ini bukan sekadar panggung seremonial, manifestasi dari kerinduan kolektif akan hadirnya keadilan distributif di bumi Nusantara, kata Anto Kusumayuda Ketum PPJNA 98, dalam rilis diterima redaksi Sabtu (11/07/2026).

Secara filosofis, sholawat adalah jembatan makrokosmos dan mikrokosmos, sebuah upaya menyelaraskan batin manusia dengan frekuensi kesucian universal. Ketika sholawat digemakan di tengah karut-marut persoalan bangsa, ia bertransformasi menjadi energi profetik yang tajam. Sholawat mengadili keserakahan.

Seruan persatuan rakyat bersama Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan korupsi dan menangkap koruptor pada hakikatnya adalah perang metafisika.

Korupsi, mafia birokrasi, dan oligarki hitam adalah bentuk nyata dari penyakit jiwa yang gelap (the darkened soul). Dalam filsafat moral, mereka yang memakan hak rakyat telah kehilangan kemanusiaannya dan menciptakan ketidakseimbangan kosmis (kezaliman). Melawan oligarki hitam adalah jihad kultural untuk mengembalikan kesucian tata kelola negara.

Filosofi Pasal 33 UUD 1945: Daulat Alam, Daulat Rakyat

Bumi, air, dan kekayaan alam Indonesia bukanlah komoditas tak bertuan yang boleh dijarah oleh segelintir elite. Secara spiritual, alam adalah titipan Tuhan yang suci. Melaksanakan amanah Pasal 33 UUD 1945—di mana kekayaan alam dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat—adalah bentuk tertinggi dari rasa syukur kebangsaan.

Menyelamatkan sumber daya alam dari cengkeraman mafia adalah tindakan teologis. Membiarkan kekayaan alam dirampok oleh oligarki hitam, sementara rakyat kelaparan, adalah pengkhianatan terhadap mandat ketuhanan dan kemanusiaan.

Negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional yang mutlak untuk mengurusi fakir miskin dan anak-anak terlantar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah bukan sekadar kebijakan politik formal, melainkan pengejawantahan dari pesan gaib dan amanah luhur para pendiri bangsa serta leluhur Nusantara.

Secara filosofis, sebuah bangsa tidak akan pernah mencapai kemerdekaan sejati (hakiki) jika masih ada satu saja warga negaranya yang tidur dalam kondisi lapar. Menjamin asupan gizi anak-anak Indonesia adalah investasi spiritual untuk masa depan. Langkah ini memastikan bahwa generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, sehat secara fisik, dan jernih secara batin.

Melalui momentum suci Gema Muharam ini, PPJNA 98 bersama seluruh elemen meyakini bahwa Indonesia emas hanya bisa dicapai dengan dua pilar utama: pembersihan birokrasi dari tangan-tangan kotor “korupsi” dan pemuliaan terhadap rakyat kecil.

Bersama Presiden Prabowo, rakyat bergerak bersatu menjadi benteng moral demi menyelamatkan masa depan bangsa dan negara. (Rd.Ratu Dinar Nusantara)***

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hampir Semua Desa di Sukabumi Berisiko Tinggi Kekeringan, BPBD Tetapkan Siaga 1 Juli – 30 September

Bisnisnews.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi...

Disdagin Sukabumi Genjot IKM Garam Buniasih Tegalbuleud, Target Suplai Kebutuhan SPPG 2027-2028

Bisnisnews.net – Keberadaan Industri Kecil Menengah (IKM) garam di...

Berangkat Nonprosedural, PMI Asal Sukabumi Koma di Arab Saudi, Pemkot Lakukan Pendampingan

Bisnisnews.net - Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengambil langkah penanganan...

Usai Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan ABPEDNAS, SMSI Bergerak Bentuk Pokja News Room Jaga Desa

Bisnisnews.net - Komitmen SMSI dalam mengimplementasikan perjanjian kerja sama...